Brigadir Jenderal (Brigjend) Polisi Drs. Bambang Budi Santoso, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur berkunjung di Kabupaten Trenggalek, Rabu, 21/3/2017.
Kunjungan disambut langsung Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Trenggalek , Kusprigianto, Forkopimda beserta Kepala BNN Kabupaten Trenggalek, M Akik Subki.
Dalam sambutannya Brigjend Pol Bambang menyampaikan bahwa kunjungannya ke Trenggalek ini untuk melakukan beberapa monitoring evaluasi (monev) berkaitan dengan kegiatan yang telah dilakukan oleh BNNK Trenggalek termasuk melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan PC NU, PD Muhammadiyah, Pramuka dan FKUB.
“Di Trenggalek kami butuh sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam mencegah peredaran gelap narkotika , karena kami tidak bisa bekerja sendiri, tugas kami hanya mencegah dan menghambat peredaraan narkoba untuk menangkap pengedar dan bandarnya kita serahkan saja pada kepolisian,” ungkap Bambang.
Pihaknya juga menitipkan BNNK Trenggalek kepada Pemerintah Kab. Trenggalek untuk dapatnya terus bekerjasama dengan stake holder terkait mengingat jalur pantai sangat rawan terjadinya pengiriman dan tempat transit para bandar narkoba.” Apalagi Trenggalek mempunyai jalur laut selatan yang sangat strategis untuk pelayaran,” imbuhnya.
“ mari kita selamatkan generasi muda di Trenggalek dari narkotika,” ajak Kepala BNN Prov Jawa timur.
Sementara itu Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Kusprigianto dalam sambutan selamat datangnya menceritakan bahwa pencegahan sedini mungkin terhadap bahaya narkoba terus dilakukan dari BNNK Trenggalek dan Polres Trenggalek,dengan cara sosialisasi pada saat pelaksanaan upacara setiap hari Senin di masing-masing sekolah mulai tingkat SD, SMP dan SMA.
“Kita selalu memberikan kesempatan kepada BNNK dan Kepolisian untuk bertindak sebagai inspektur upacara tiap hari senin di semua sekolah dalam rangka memberikan pemahaman bahaya penggunaan narkoba,” ungkapnya.
“narkotika saat ini peredarannya punya banyak trik , mulai dari kemasan sampai modus perdarannya dan kebayakan menyasar anak – anak muda yang masih produktif, kami minta kepada BNN Trenggalek untuk terus mencegah masuknya barang haram ini agar tidak meracuni generasi penerus bangsa,” pungkas Kusprigianto