laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

21 Juni 2016

Wabup Arifin Berikan Kultum Pondok Mulia Ramadhan

Dalam acara Pondok Mulia Ramadhan yang diselenggarakan TP PKK Kabupaten Trenggalek bersama GOW di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Wakil Bupati Muda Trenggalek H Moch Nur Arifin berikan kultum kepada tamu undangan yang ada.

Mengawali sambutan Wabup Arifin menyampaikan, "InsyaAllah pak bupati keimanan warga Trenggalek sangat kuat. Kenapa kok kuat, buktinya apa? Buktinya mendengarkan suara beduk tidak langsung berbuka. Saya ngerti alasannya kenapa kok tidak lekas buka, bukan hanya karena iman saja, alasannya karena tanda waktunya berbuka warga kota itu bukannya beduk melainkan suara sirine, nging panjang baru buka. Lek gawe beduk wis gak menter (kalau pakai beduk sudah tidak biasa) ", ucap wabup yang disambut gelak tawa peserta pondok mulia ini.

"Poso beduk wis gak usum neng Galek (Puasa beduk sudah tidak jaman di Trenggalek)", imbuhnya dengan logat jawa. Dengan tema "Kualitas kepribadian seorang muslim yang baik untuk mencapai kesuksesan", "ini kalau di bicarakan saja gampang tapi dicontohkan yang paling sulit. Makanya saya nyanyi tidak akan ceramah cuma saya ingin sedikit bercerita". "Ada sedikit cerita rentang sahabat saat kekhalifahan Umar Harun Ar Rasyid yaitu bani adafsia di Bagdat, ada ulama cerdik. Yang satu namanya Abu Nawas dan yang satunya lagi Abu Wardah".

"Selama hidupnya Abu Nawas dan Abu Wardah ini diceritakan, orang yang selalu sukses namun taruhannya selalu kematian. Raja Harun Ar Rasyid ketika memberikan perkara dan bila tidak bisa menyelesaikan, ancamannya adalah hukuman mati". Ini saya menceritakan tentang Abu Wardah. Raja Hafun Ar Rasyid itu selalu habis atau kalah seribu dinar sama Abu Wardah karena istana dibawah laut. Hari ini saya tidak menceritakan mengenai istana di bawah lautnya melainkan cerita lain. Untuk itu lain waktu saja". Dengan kekalahan ini raja selalu tidak terima, ibarat rajanya Pak Emil. Akhirnya raja mengundang Abu Wardah ke Pendopo, tetapi sebelum mengundang Abu Wardah, pak bupati atau raja ini mengundang lebih dahulu perdana menteri (kita ibaratkan sekda), menteri pembangunan (diibaratkan kepala PU) dan menteri keuangan (kita ibaratkan kepala BPKAD)".

Sementara itu, diceritanya raja Harun menyampaikan saya seneng dengan ulama yang namanya Abu Wardah, cerdiknya luar biasa. Ketika kita beri persoalan selalu bisa dipecahkan, umpama saya bisa memperkerjakan umat tersebut 10 tahun tanpa harus membayar pasti untung". "Bagaimana caranya ya?. Sekarang begini saja, Perdana menteri kamu pura-puralah buta, kamu menteri pembangunan pura-puralah tuli dan menteri keuangan berpura-puralah bisu. Nanti Abu Wardah saya panggil untuk ngobati kalian. Kalian semua harus berpura-tidak bisa sembuh, ujar raja". "Kalau Abu Wardah bisa mengobati saya kadih upah 1000 dinar, namun sebaliknya kalau tidak mampu saya suruh kerja tanpa upah selama 10 tahun. Perdana menteri bertanya kalau tidak dibayar bagaimana dia bisa menghidupi anak istrinya. Kan dia sudah mendapat 1000 dinar sebelumnya, ungkap raja".
 
Dipanggilah Abu Wardah ke istana, "wahai tuanku ada apa gerangan saya di panggil ke istana ini". Raja Harun "Begini Abu Wardah, saya sekarang ini susah karena pemerintahan ini tidak bisa berjalan baik. Karena perdana mentriku buta, menteri pembangunanku tuli dan menteri keuanganku bisu, tolong obatilah mereka". "Kalau kamu bisa mengobati akan saya kasih hadiah 1000 dinar namun bila tidak bisa kamu harus bekerja kepadaku 10 tahun tanpa upah dariku". "Tak bisa menolah permintaan raja, Abu Wardah pulang. Dirinya sadar sedang diperalat oleh raja. Abu Wardah berpikir dan merenung sepulangnya dari istana, tiba-tiba saat merenung dirinya dikejutkan dengan anak kecil yang membunyikan petasan. Sambari menggetutu Abu Wardah memarahi anak yang membunyikan petasan tersebut, sambil mengumpat mendengarkan suara keras ini orang tuli bisa dengar tahu". "Dari perkataannya tersebut akhirnya muncul ide dari Abu Wardah untuk menjawab permasalahannya. Dia pulang  langsung menggulung kertas hingga menyerupai petasan dan sumbu yang sangat besar. Terus dibawanya kembali ke istana menggunakan keledai".
"Abu Wardah menghadap raja, Baginda saya sudah menemukan obatnya. Mana obatnya? ini baginda".
 
"Syaratnya dalam saya mengobati nanti cuma saya dan tiga pejabat yabg sakit itu saja di istana. Baginda dan semua prajurit tolong menunggu di luar istana". Ke empat orang tersebut termasuk Abu Wardah duduk bersila di dalam istana. Lalu Abu Wardah meletakkan petasan di tengah-tengah mereka. Mendapati petasan besar di tengah menteri pembangunan yang mengaku tuli kaget". Menteri Pembangunan bertanya, Abu! apa ini gulungan kertas besar engkau taruh di tengah, jawab Abu wardah sudahlah pak menteri saya jawabpun percuma, karena anda tuli pasti tidak mendengar. Penasaran akhirnya semua bertanya, apa ini, petasankah? Iya benar ini petasan". Nanti petasan ini akan saya nyalakan, kalau anda keluar pasti raja akan marah karena tidak mau saya obati. Paling ketika saya nyalakan isyana ini cuma runtuh, ujar Abu Wardah".

Akhirnya sumbu petasan dinyalakan Abu sambil meninggalkan lokasi, ketakutan akan ledakan ketiga menteri ini lari tunggang langgang keluar istana. Yang buta akhirnya kelihatan kalau tidak buta karena bisa melihat, begitu juga yang tuli dan bisu karena bertetiak dan bisa menjawab pertanyaan penjaga". "Abu Wardah menang, dan mendapatkan hadiahnya kembali dari raja". Hikmah yang bisa kita ambil, "sebenarnya kalau kita mau sukses, kita harus mengenali dulu siapa kita, apa yang kita hadapi dan bagaimana caranya, seperti Abu Wardah dan Abu Nawas. Kalau diperintah raja tidak perlu koment, melainkan dicari bagaimana cara bisa selamatnya". Kalau tugasnya benar maka dilaksanakan secara benar, namun bila tugasnya menipu baru ditipu balik, seperti cerita tadi. Karena manusia diciptakan sebagai khalifah di dunia, sehingga mari kita saling mengingatkan dan mengisi antar sesama umat Alloh", tandas Wabup.

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video