Dalam rangka mensukseskan pelaksanaan
kerjasama pembangunan kawasan selingkar Wilis / TUNGGAL ROGO MANDIRI diperlukan
identifikasi isu-isu strategis, bentuk atau model kerjasama yang tepat,
prinsip-prinsip menuju keberhasilan kerjasama secara bersama-sama dan
peningkatan kapasitas aparatur pelaksana kerjasama. Rabu, 01
Juni 2016 bertempat di Hall Bukit Jaas Trenggalek, Pemerintah Kabupaten
Trenggalek sebagai Sekretariat bersama kerjasama Tunggal Rogo Mandiri
(Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo , Madiun,Nganjuk ,Kediri ) menggelar Bimbingan Teknis
Penggunaan Kawasan Hutan Melalui Mekanisme Pinjam Pakai dan Kerjasama. Hadir dalam acara tersebut Drs. Ali Mustofa M.Si Sekretaris Daerah
Trenggalek, Para Kepala SKPD Terkait, Narasumber dari Kementrian Lingkungan
Hidup dan Dinas Kehutanan Prov. Jatim, Peserta dari 11 Instansi
yakni 6 (Enam) Kabupaten Yang Terdiri Dari Unsur Bappeda, Pu Bina Marga Dan
Bagian Yang Menangani Kerjasama, Bappeda Provinsi Jawa Timur, Pu Bina Marga
Provinsi Jawa Timur, Biro Administrasi Kerjasama Setda Prov. Jatim dan BBPJN V
Jawa Timur.
Pada kesempatan ini, Drs.
Edy Soepriyanto Kepala Bagian Adm.
Pemerintahan dalam laporannya mengatakan bahwa peningkatan
kapasitas aparatur pelaksana kerjasama melalui kegiatan semacam bimbingan
teknis pada hakekatnya merupakan suatu agregasi, penyamaan persepsi dan
pemikiran terhadap apa yang perlu dan tidak perlu, apa yang dibutuhkan serta
perangkat yang digunakan. agregasi pemikiran, persepsi tersebut serta inovasi
pe rlu
diwadahi dalam forum-forum maupun diskursus. Dengan kegiatan bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah kabupaten
dalam pelaksanakan kerjasama selingkar wilis terutama dalam pelaksanaan
pembangunan pada kawasan hutan serta meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah
kabupaten dalam bidang tertib administrasi pengajuan pinjam pakai kawasan
hutan.”Ungkapnya
Sementara
itu, Drs. Ali Mustofa M.Si Sekretaris Daerah Trenggalek yang sekaligus membuka
kegiatan Bimtek tersebut dalam sambutannya menyampaikan dalam keberadaan
kawasan selingkar wilis dipandang amat strategis sebagai penghubung antara
koridor utara dan selatan. Dengan posisi strategis tersebut maka pembangunan
dan pengembangan kawasan lingkar wilis harus mampu memanfaatkan melalui skenario
pengembangan yang terintegrasi dengan kedua WPS yang mengapitnya. Skenario
pengembangan Lingkar Wilis ke depan perlu mengkolaborasikan potensi internal
yang dimilikinya dengan posisi strategis dalam konteks eksternal agar
perkembangan kedua WPS yang mengapitnya dapat memberikan peran signifikan
terhadap Lingkar Wilis Itu sendiri.
Lebih
lanjut, memperhatikan dinamika tersebut Pemerintah Kabupaten Trenggalek
disamping merencanakan pembangunan dan pengembangan wilayah Lingkar Wilis yang
terencana, terpadu, terintegrasi dan bersinergi baik dengan Pemerintah
Kabupaten lainnya maupun antar sektor dengan Kementrian tapi juga mendorong
tumbuhnya ekonomi kreatif dari masyarakat, mendorong tumbunya inovasi – inovasi
skala lokal maupun regional dari upaya – upaya masyarakat dalam kawasan ini.”Imbuhnya