“Program
penanggulangan kemiskinan merupakan program Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan
Pemerintah Kabupaten/Kota. Program ini dilakukan secara sistematis, terencana
dan bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat, dalam upaya menurunkan angka
kemiskinan menuju masyarakat yang sejahtera secara berkeadilan,”.Kamis, 12
Mei 2016 Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Bappeda Kab.Trenggalek telah
menyelenggarakan Lokakarya Strategi dan Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan
Di Kabupaten Trenggalek Tahun 2016 – 2021 dan Launching Program Gertak (Gerakan
Tengok Bawah Masalah Kemiskinan). Dalam acara tersebut dihadiri oleh H. Mochammad
Nur Arifin Wakil
Bupati Trenggalek, Pimpinan DPRD Kab. Trenggalek, Para Narasumber, Para Anggota Tim Koordinasi
Penanggulangan Kemiskinan Kab. Trenggalek serta Para
Kepala SKPD Lingkup Pemkab. Trenggalek.
Pada
kesempatan tersebut Wakil Bupati Trenggalek secara resmi melaunching Program
Gertak (Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan) yang ditandai dengan pemukulan
gong sebanyak
tuju kali. Kenapa harus tuju kali dalam istilah jawa tuju itu artinya pitu,
dimaksudkan ada “pitulungan” atau pertolongan dari Tuhan semoga program ini
selain bisa sukses juga dapat mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat
Trenggalek kedepannya.
Sementara
itu, H. Mochammad Nur Arifin Wakil
Bupati Trenggalek selaku ketua Tim Koordinasi
Penanggulangan kemiskinan (TKPK) yang sekaligus membuka dalam sambutannya menyampaikan
bahwa Pemerintah
Kabupaten
Trenggalek akan
melakukan pemutakhiran data masyarakat miskin dengan membuat database yang
uptudate dan akurat, Sehingga dengan adanya database yang akurat tersebut dapat
mendasari warga
yang terdaftar mendapatkan pelayanan meskipun tidak membawa identitas. Melalui Program “Gertak” ini dilandasi untuk
mewujudkan visi misi yang diusung sebelumnya “Mewujudkan Trenggalek Yang Maju,
Adil, Sejahtera berdasarkan Iman dan Taqwa”. Diharapkan dengan gerakan
tengok ke bawah ini ada pesan moril bagi masyarakat yang sudah mampu tetapi
menerima bantuan kemiskinan mau sadar ternyata di bawah masih ada orang atau
keluarga yang lebih membutuhkan, serta menyadari ada yang lebih berhak
menerima apa yang telah diterimanya. Sehingga selain lebih tepat sasaran
program-program yang ada tersebut
bisa jalan semestinya.”Ujarnya
Lebih
lanjut, Pemerintah
saat ini memiliki berbagai program penanggulangan kemiskinan yang terintegrasi
mulai dari program penanggulangan kemiskinan berbasis bantuan sosial, program
penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat serta program penanggulangan
kemiskinan yang berbasis pemberdayaan usaha kecil, yang dijalankan oleh
berbagai elemen Pemerintah baik pusat maupun daerah. Wabup juga
mengintruksikan bila program-program diatas turun ke desa dan ada fasilitator
yang akan membantu kedesa, daftarkan desa desa tersebut menjadi desa adopsi.
Sehingga kita bisa tetapkan berapa desa yang telah diadopsi oleh
fasilitator-fasilitator pengentasan kemiskinan tersebut. Sedangkan desa-desa
lain yang belum akan menjadi target sasaran penganggaran kita kedepan.
Mengakhiri sambutannya,
Wakil
Bupati mengajak semua
stakeholder
memperteguh komitmen bersama untuk menurunkan angka kemiskinan. ”Mohon
dicermati betul program yang berkontribusi langsung dalam pengentasan
kemiskinan. Tentu program tersebut tidak saja terkait program ekonomi, namun
juga kesejahteraan sosial dan dukungan infrastruktur wilayah, dan harus mampu
bersinergi supaya penurunan kemiskinan yang kita harapkan bersama dapat
tercapai,” pungkas Wabup.