Dalam rangka
pemberantasan jaringan narkoba di lingkup dunia pendidikan, Kabupaten Trenggalek memproklamirkan perlawanan
terhadap segala bentuk narkoba dan upaya
menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman penyalahgunaan
Narkoba. Senin, 2 Mei
2016 bertempat di Alun – alun Trenggalek Pemerintah Kabupaten Trenggalek
melalui BNNK Trenggalek telah menggelar Wahana Seni Pelajar Tahun 2016 dan Launching
Kurikulum Pendidikan Terintegrasi Pencegahan Pemberantasan
Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap (P4GN).
Dalam acara tersebut dihadiri oleh Dr. Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati
Trenggalek, Kapolres Trenggalek,
Dandim 0806 Trenggalek, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Trenggalek
beserta Kepala Sekolah SMA/SMK, SMP/MTS se Kab. Trenggalek. Pada kesempatan ini
Bupati Trenggalek secara resmi melaunching Kurikulum Pendidikan
Terintegrasi P4GN Sebagai momentum awal diterapkannya Kurikulum P4GN
Terintegrasi ang
dikhususkan untuk Pendidikan Pertama
dan Menengah se Kabupaten Trenggalek.
Pada kesempatan tersebut, Drs. Hari
Triyogo S.st.MK Kepala BNNK Trenggalek dalam laporannya mengatakan bahwa kecenderungan
penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kabupaten Trenggalek tiap
tahunnya terus mengalami peningkatan, visi BNN Kabupaten Trenggalek mewujudkan
masyarakat Kabupaten Trenggalek sadar penyalahgunaan narkoba dan mendorong BNNK
Trenggalek melakukan berbagai upaya antara lain melakukan usaha preventif atau
pencegahan, melakukan penyembuhan terhadap masyarakat yang telah menjadi korban
penyalahgunaan narkoba dan melakukan pemberantasan dengan mengungkap dan
memutus jaringan peredaran gelap narkoba. kegiatan ini merupakan langkah awal
unutk menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman narkoba. ’’Salah satu unsur
penilaiannya adalah telah diterapkannya kurikulum P4GN terintegrasi tersebut di
sekolahnya. Karena lewat kurikulum P4GN Terintegrasi tersebut diharapkan
lembaga pendidikan dapat ikut serta membantu menyiapkan generasi Indonesia yang
sehat tanpa narkoba,’Ucapnya
Sementara itu, Dr. Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati
Trenggalek dalam sambutannya
menyampaikan memberikan
apresiasi atas partisipasi seluruh masyarakat Kabupaten Trenggalek dalam mengkampanyekan stop
narkoba melalui berbagai bentuk kreativitas, salah satunya adalah terwujudnya
kurikulum pendidikan P4GN terintegrasi untuk SMP/MTS, SMA, dan SMK. “Kurikulum yang
terintegrasi pada mata pelajaran ini diharapkan memiliki daya saing yang signifikan untuk
menekan laju prevalensi penyalahgunaan narkoba terutama dikalangan pelajar,”Ujarnya
Selanjutnya,
melalui Wahana Seni Pelajar Tahun 2016 dan Launching Kurikulum Pendidikan
Terintegrasi Pencegahan
Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap (P4GN) yang juga
bertepatan Hari Pendidikan Nasional. Bupati juga mengajak kepada seluruh
komponen masyarakat untuk bergerak bersama mencegah Penyalahgunaan
dan Peredaran Gelap Narkoba khususnya di lingkungan pendidikan demi
terciptanya generasi bangsa yang berkualitas dan berdaya saing berlandaskan Iman
dan Taqwa serta jauh dari peredaran gelap
narkoba.
“Saya berharap
integrasi kurikulum tersebut dapat dilaksanakan di seluruh sekolah-sekolah yang
ada di Kabupaten Trenggalek, karena ini adalah terobosan luar biasa. Terobosan itu
adalah tersusunnya silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) P4GN yang
dilengkapi dengan materi pokok dan materi tematik dan penguat, sedangkan materi
itu terangkum dalam modul Kurikulum Pendidikan P4GN Terintegrasi,” Imbuhnya