Dalam rangka untuk meningkatkan upaya-upaya
promotif dan preventif guna
memberdayakan masyarakat menuju masyarakat sehat dan mandiri serta menanamkan paradigma sehat
pada setiap orang bahwa penyakit bisa dicegah dan dihindari. Sabtu, 30
April 2016 bertempat di hall hotel Jaas Permai Trenggalek telah diselenggarakan
Musyawarah Daerah Ke VIII Persatuan
Perawat Nasional Indonesia (PPNI Kabupaten Trenggalek). Musyawarah Daerah Ke VIII
Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Trenggalek tersebut diikuti sekitar 200 peserta, terdiri dari
Anggota PPNI, Organisasi Profesi lain yang meliputi IDI, IBI, IAI dan Kepala Puskesmas se Kabupaten
Trenggalek. Dalam acara ini juga dihadiri oleh Dr. Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati
Trenggalek, Ketua PPNI Propinsi Jawa
Timur, Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek serta Para Kepala SKPD terkait lingkup Pemkab Trenggalek. Disamping itu yang tidak
kalah pentingnya adalah pemilihan ketua baru periode 2016-2021.
Pada
kesempatan ini, Ketua
panitia Musda PPNI 2016 dalam
laporannya mengatakan
bahwa MUSDA PPNI saat ini adalah MUSDA yang melibatkan semua komponen di
wilayah Trenggalek.
Selain sebagai pelaksanaan kedaulatan tertinggi organisasi di tingkat
Kabupaten, momen ini juga bertujuan untuk konsolidasi seluruh perawat
se-kabupaten Trenggalek
guna membangun dan mengoptimalkan fungsi PPNI sebagai wadah bagi seluruh
perawat di Kabupaten Trenggalek. Ketua panitia juga mengharapkan agar seluruh perawat
mengoptimalkan semua potensi dalam fungsinya sebagai mitra pemerintah melayani
masyarakat. Untuk itulah seluruh anggota PPNI harus meningkatkan kompetensinya
untuk meningkatkan kapasitasnya membangun martabat pelayanan kesehatan. “Harus
terus semangat untuk maju bersama, sukses bersama,”Ungkapnya
Sementara itu, Dr. Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati
Trenggalek yang sekaligus
membuka dalam sambutanya menyampaikan didalam melaksanakan pembangunan kesehatan, peran serta
PPNI sangat diharapkan, karena PPNI memiliki anggota yang besar dan tersebar
sampai pelosok desa, dan merupakan kekuatan yang perlu diperhitungkan. Bupati juga menekankan bahwa PPNI perlu
memperhatikan susunan program kerja yang konkret, dapat dijangkau dan
dilaksanakan, serta menjalin hubungan yang baik dengan selalu berkoordinasi
baik dengan Pemerintahan, sesama organisasi profesi dan masyarakat, serta
meningkatkan kualitas perawat dengan melalui pendidikan berkelanjutan,
pelatihan, maupun seminar-seminar.”Ujarnya
Lebih
lanjut, Bupati juga
memaparkan masalah kesehatan di Kabupaten Trenggalek yang harus segera diselesaikan. Diantaranya, masih
tingginya angka kematian ibu dan bayi, serta kurang gizi yang masih dijumpai di
Blora. Setelah itu, masih tingginya prevalensi penyakit menular seperti DBD,
kusta, TB paru-paru, HIV/AIDS dan penyakit tidak menular seperti diabetes
melitus serta stroke. Bahwa PPNI diharapkan
dapat meningkatkan profesionalisme, kemampuan dan pengetahuan seluruh
anggotanya. Melalui upaya tersebut diharapkan PPNI dapat berkembang menjadi
organisasi profesi yang solid serta diakui kredibilitas dan kemampuannya
oleh masyarakat. Terlebih lagi dengan jumlah anggota yang cukup besar di bidang
profesi perawat, maka PPNI cukup potensial
untuk senantiasa meningkatkan profesionalisme dan kemampuan anggotanya
sehingga akan memberikan manfaat bagi anggotanya dan seluruh masyarakat Trenggalek.”Pungkas
Bupati
Selain
itu, Bupati Emil Dardak berharap agar musyawarah ini
dapat digunakan sebagai momentum yang strategis bagi PPNI sehingga dapat
tersusun program kerja yang baik dan dapat terpilih pengurus yang mampu
menjalankan program tersebut.”Imbuhnya