UPH Kakao Karangan –
Trenggalek kamis, 14/4 meyelenggarkan Program Pengembangan Kakao Berkelanjutan
( Sustainable Cocoa Development Programe). Program ini merupakan CSR gabungan
perusahaan ekspor Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao
(Puslitkoka) Indonesia yang didukung oleh Delegasi Uni Eropa.
Acara ini dihadiri oleh
wakil Bupati Muhamad Nur Arifin, Muspika Kec. Karangan dan seluruh petani Kakao
se Kabupaten Trenggalek.
Disampaikan Isdarmawan
Asrikan Ketua gabungan perusahan ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur program ini
merupakan bentuk kepedulian (GPEI) atas produksi kakao nasional yang menurun
serta salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dengan
menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat termasuk kalangan pemuda dan
perempuan. Selain itu untuk memenuhi kekurangan kebutuhan pasokan kakao
disektor industry, perdagangan, ekspor serta konsumsi yang makin meningkat.
Sementara itu Wakil Bupati
Trenggalek M. Nur Arifin dalam sambutannya berpesan kepada para petani kakao
untuk menjadikan kakao ini menjadi daya saing Kabupaten Trenggalek bukan daya
saing pribadi atau perusahaan. “ jika ada orang yang menawar mahal tanah tegal jangan
diberikan, gunakan tanah itu untuk menanam tanaman produktif seperti kakao ini,
apalagi sudah ada jaminan selama 4 tahun dengan adanya pendampingan dan setelah
itu di koneksikan denga perusahaan uni
eropa pastinya kakao akan menjadi tanaman yang menjanjikan dan menghasilkan,’’
terang wabup.
Wabup juga meminta kepada
GPEI untuk memasarkan hasil kakao ini dengan mendirikan koperasi kakao agar
hasil jual kakao setelah dijual keluar, masyarakat Trenggalek juga ikut
merasakan hasilnya.
“ buat produk kakao ini
menjadi makanan jadi, kalau ada tamu dari luar daerah,kita bisa suguhkan
sekaligus untuk mengenalkannya, hal ini merupakan salah satu terobosan yang
mungkin bisa membuat produk asli Trenggalek bisa diminati wisatawan dan
meningkatkan perekonomian masyarakat Trenggalek ,” pungkasnya