Untuk mewujudkan hal
tersebut Pemkab dibantu Asosiasi Desa Wisata Indonesia ( ASIDEWI ). Satu
setengah bulan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) melakukan survey
lapangan di desa Dompyong Bendungan. Satu setengah bulan mereka bekerja, telah
terpetakan potensi desa ini untuk menjadi salah satu bagian desa wisata.
“ dengan potensi wisata yang
dimiliki kita harapkan nanti bisa menjadi desa wisata berbasis edukasi, dengan
menyasar kelompok – kelompok sekolah baik PAUD, TK ataupun kegiatan kepramukaan
bahkan bisa juga untuk Outbound ,” imbuhnya.
Kades Dompyong menyambut
gembira dengan adanya wacana menjadikan Dompyong menjadi salah astu desa
wisata. Ternyata yang selama ini sumber penghidupan masyarakat yang hanya
bertani dan beternak ini terdapat peluang lain yang bisa menjadi sumber
penghasilan baru. Seluruh element masyarakat yang ada di desanya
mendukung penuh dengan adanya wacana ini. Terbukti saat melakukan gotong royong
membuat akases jalan menuju Cuban Rambat masyarakat bersama Polsek, Koramil dan
Kecamatan terlihat sangat antusias.
Wabup menyarankan agar meyerahkan
sebagian aset tersebut untuk bisa juga dikelola oleh desa. “Perinsipnya kalo
dipakai sepertihalnya untuk rapat desa atau aktivitas lainnya paling tidak
kebersihan gedung tersebut bisa terjaga, daripada sarang laba-laba ada
dimana-mana, tidak perlu kita memikirkan pemasukkannya dulu. Sederhana
pemikirannya dengan sering digunakannya aset ini pastinya kebersihan gedung
maupun toilet pastinya dapat terjaga, dan yang paling dekat itu pastinya lebih
dapat mengelola daripada kita yang cukup jauh”, jelasnya. Pastinya nantinya
dapat memberikan pemasukan PAD dengan sendirinya setelah ramai difungsikan