laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

4 April 2016

Pemkab bersama ASIDEWI siap garap destinasi Desa Wisata di Sekitar Dilem Wilis



Seperti yang pernah di ungkapkan sebelumnya dimana pada 100 hari pemerintahannya Bupati Trenggalek Dr.Emil Elestianto Dardak, M.sc dan Wakil Bupati M. Nur arifin bahwa paling tidak terdapat satu Desa yang bisa dijadikan distinasi Desa Wisata dengan memaksimalkan potensi wisata yang dimiliki Desa tersebut.

Untuk mewujudkan hal tersebut Pemkab dibantu Asosiasi Desa Wisata Indonesia ( ASIDEWI ). Satu setengah bulan Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) melakukan survey lapangan di desa Dompyong Bendungan. Satu setengah bulan mereka bekerja, telah terpetakan potensi desa ini untuk menjadi salah satu bagian desa wisata.

“ dompyong layak kami sebut sebagai menjadi salah satu desa wisata dikarenakan terdapat beberapa potensi wisata mulai dari potensi keindahan alam maupun perkebunan, peternakan dan warisan sejarah, “ ucap Ketua Umum  Asidewi Andi Yuono di hadapan Wakil Bupati ketika meninjau tempat penggilingan Kopi bekas peninggalan Belanda yang sudah tidak berfungsi.

Andi menyampaikan, konsep desa Wisata Dompyong Bendungan ini pihaknya akan mengusung CBT (Community Based Tourism). Dimana nantinya masayarakat yang ada akan dilibatkan penuh dalam hal perencanaan, pelaksanaan maupun pengelolanya adalah masyarakat itu sendiri. Jadinya masyarakat yang akan menjadi pengelola, pemilik dan yang akan menikmati hasil dari wisata tersebut, jelas Andi.

“ dengan potensi wisata yang dimiliki kita harapkan nanti bisa menjadi desa wisata berbasis edukasi, dengan menyasar kelompok – kelompok sekolah baik PAUD, TK ataupun kegiatan kepramukaan bahkan bisa juga untuk Outbound ,” imbuhnya.
 
Kades Dompyong menyambut gembira dengan adanya wacana menjadikan Dompyong menjadi salah astu desa wisata. Ternyata yang selama ini sumber penghidupan masyarakat yang hanya bertani dan beternak ini terdapat peluang lain yang bisa menjadi sumber penghasilan baru. Seluruh element  masyarakat yang ada di desanya mendukung penuh dengan adanya wacana ini. Terbukti saat melakukan gotong royong membuat akases jalan menuju Cuban Rambat masyarakat bersama Polsek, Koramil dan Kecamatan terlihat sangat antusias.

Dalam kunjungannnya Wabub termuda Nur arifin sangat menyayangkan banyaknya asset pemerintah yang terbengkelai padahal masih potensi dan layak untuk difungsikan. Seperti  halnya pada aula Dilem Wilis dan penginapan wisma tani di Dilem wiilis , bangunan ini masih sangat layak dan representative, karena jarangnya digunakan dan difungsikan menjadikan bangunan ini terlihat terbengkelai. “tahu kita punya aset aula yang indah seperti ini saya tidak mau rapat di lakukan di hotel-hotel, cukup di aula ini saja ”, tegasnya.


Wabup menyarankan agar meyerahkan sebagian aset tersebut untuk bisa juga dikelola oleh desa. “Perinsipnya kalo dipakai sepertihalnya untuk rapat desa atau aktivitas lainnya paling tidak kebersihan gedung tersebut bisa terjaga, daripada sarang laba-laba ada dimana-mana, tidak perlu kita memikirkan pemasukkannya dulu. Sederhana pemikirannya dengan sering digunakannya aset ini pastinya kebersihan gedung maupun toilet pastinya dapat terjaga, dan yang paling dekat itu pastinya lebih dapat mengelola daripada kita yang cukup jauh”, jelasnya. Pastinya nantinya dapat memberikan pemasukan PAD dengan sendirinya setelah ramai difungsikan

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video