Kabupaten Trenggalek merupakan
salah satu wilayah yang memiliki potensi untuk pengembangan komoditi
holtikultura di
Timur Pulau Jawa.
Baik produk buah – buahan, sayuran, tanaman hias, maupun biofarma yang
keberadaannya diperlukan dalam pemenuhan kebutuhan pangan sekunder . Minggu, 03
April 2016 bertempat di Desa Wisata Desa Sawahan Kecamatan Watulimo, telah
digelar Kontes Durian yang diikuti Gapoktan dan sejumlah 50 peserta terdiri dari
Para Petani Pemilik se Kabupaten Trenggalek. Dalam acara kontes tersebut
dihadiri Dr.
Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati Trenggalek beserta H. Mochammad
Nur Arifin Wakil
Bupati Trenggalek, Seluruh anggota Forkopimda Trenggalek, Para Kepala
SKPD Terkait Lingkup Pemkab. Trenggalek dan Kepala ADM Perhutani KPH Kediri.
Pada
kesempatan ini, Ir. Joko Surono Kepala Dispertahutbun Kab. Trenggalek melaporkan
bahwa produk Holtikultura pada umumnya memiliki sifat perishable/ mudah rusak
karena memiliki kandungan air yang cukup tinggi, voluminous dan tidak
dikonsumsi sebagai makanan utama. Beberapa komoditas Holtikultura yang mengalami
peningkatan produksi di Tahun 2015 ini antara lain produk buah-buahan yakni:
Durian mencapai 15.731,4 Ton, Manggis 1.976,6 Ton, Salak 5.041,9 Ton, Apokat
2.217,7 Ton, Pisang 16.786,6 Ton, Melon 669 Ton dan Durian 25 Ton.”Ungkapnya
Lebih
lanjut, Setiap
tahun, bila musim durian tiba Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan
Kabupaten Trenggalek selalu adakan kontes Durian untuk menjaring durian
varietas unggul lokal yang ada. Tak hanya kontes durian saja, kegiatan tersebut
dibarengi dengan
pesta rakyat durian. Warga masyarakat pengunjung bisa mencicipi gratis buah
berduri ini, yang telah disediakan oleh panitia.
Sementara
itu, Dr. Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati Trenggalek yang sekaligus membuka kontes Durian tersebut dalam
sambutannya menyampaikan bahwa
pelaksanaan Kontes
Durian di Trenggalek
dari tahun ke tahun memang berlangsung
meriah. “yang datang ke Kontes
ini tidak hanya warga Kabupaten Trenggalek saja, tapi juga dari luar daerah juga banyak, animo
masyarakat untuk pengembangan Holtikultura dari tahun ke tahun terus
mengalami peningkatan, baik tanaman buah, sayuran maupun tanaman obat, hal ini
menunjukkan bahwa masyarakat sudah bisa memilah dan memilah komoditi apa yang
cocok dan menguntungkan untuk dikembangkan. Sebagai gambaran pada Tahun 2015
luas Tanaman Durian 4.505,58 Ha atau 450.558 pohon dengan produksi 15.731,4
Ton, Tanaman Manggis 1.761,43 Ha atau 176.143 pohon dengan produksi 1.976,6 Ton,
Tanaman Salak luas 158.55 Ha atau 317.101 pohon dengan produksi 5.041,9 Ton.
Sentra tanaman buah – buah ada di Kecamatan Watulimo, Kampak, Munjungan,
Dongko, Pule dan Bendungan.”Ujarnya
Selain itu, “Dengan semakin dikenalnya Kontes Durian tahunan tersebut, Bupati berharap dengan
kontes ini dapat
merambah ke tingkat nasional. Bahkan Trenggalek berhasil menyuplai buah ini di
beberapa daerah tetangga sampai ke Surabaya. Di Surabaya sendiri beberapa
pesagang tidak canggung menamai dagangannya durian Trenggalek. Terlebih,
Desa Sawahan Kecamatan Watulimo
tidak hanya memiliki potensi durian saja, tapi juga mempunyai keindahan alam
yang khas.”Imbuhnya
Pada kesempatan ini,
Bupati Trenggalek menyerahkan hadiah kepada para pemenang Kontes Durian Tahun
2016 yakni juara I atas nama Agus pemilik Durian Pokpin Desa Slawe Kec.
Watulimo, juara II atas nama Pangat Desa Karangrejo Kec. Kampak, juara III atas
nama Yani G Pemilik Durian Ginemsari Desa Sawahan Kec. Watulimo, harapan II
atas nama Prasongko Pemilik Durian Gewol Desa Watulimo Kec. Watulimo dan harapan
I atas nama Jono Desa Dukuh Kec. Watulimo.