Dalam
rangka untuk meningkatkan kehidupan sosial ekonomi dan keselamatan nelayan di
Kabupaten Trenggalek serta mendorong peningkatan keselamatan dan kesehatan
kerja (K3) bagi nelayan diatas kapal. Senin, 11 April 2016 bertempat di Balai
Pertemuan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, Pemerintah Kabupaten
Trenggalek melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kabupaten
Trenggalek telah menyelenggarakan Sosialisasi Penerapan K3 dan Penyerahan Bantuan
Sarana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Bagi Nelayan. Dalam acara tersebut
dihadiri H. Mochammad Nur Arifin Wakil Bupati Trenggalek, Perwakilan dari Kementrian Ketenaga Kerjaan RI, Para
Kepala SKPD Terkait Lingkup Pemkab. Trenggalek, Camat dan Muspika Kecamatan
Watulimo. Pada kesempatan ini H. Mochammad Nur Arifin Wakil Bupati Trenggalek secara
simbolis Bantuan Sarana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Bagi Nelayan dari Kementrian
Ketenaga Kerjaan RI kepada sejumlah 400 nelayan yang berasal dari 3 Kecamatan yakni
Kecamatan Watulimo sebanyak 220 nelayan, Kecamatan Munjungan sebanyak 120
nelayan dan Kecamatan Panggul sebanyak 60 nelayan.
Drs. Mufti Ahmadi Kepala Dinas Tenaga Kerja,
Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Trenggalek dalam laporannya menyampaikan bahwa
bantuan paket keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi nelayan dari Kementrian
Ketenaga Kerjaan RI ini diberikan hanya kepada 4 Kabupaten di seluruh
Indonesia, salah satunya Kabupaten Trenggalek. Untuk kesadaran atas Kesehatan
dan Keselamatan Kerja (K3) di berbagai sektor, termasuk masyarakat nelayan
perlu terus ditingkatkan agar menjadi budaya di seluruh lingkungan kerja. Salah satu tujuannya agar dapat diminimalisir
terjadinya angka kecelakaan kerja sehingga kesejahteraan sosial-ekonomi rakyat
makin meningkat. Karena itu, pemerintah terus menggalakkan sosialisasi
sekaligus memberikan bantuan pelaratan K3 kepada masyarakat. ”Ungkapnya
Sementara it, H. Mochammad Nur Arifin Wakil
Bupati Trenggalek dalam sambutannya mengajak
para nelayan penerima bantuan peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
agar bantuan peralatan tersebut digunakan dengan sebaik-baiknya pada saat
melaut mencari ikan. Pemerintah
Pusat khususnya dari Kementrian Tenaga Kerja, menurut Wakil Bupati, menaruh perhatian
pada para nelayan yang bertaruh nyawa untuk bekerja menghidupi anak dan istri
dengan mencari ikan di laut. Sehingga diperlukan alat pengaman untuk
meminimalkan kecelakaan kerja atau resiko ketika menangkap ikan diantaranya
saat cuaca buruk dengan gelombang yang besar.
Lebih
lanjut, keselamatan
dan kesehatan kerja menjadi harus menjadi perhatian semua pihak baik
pemerintah, pengusaha maupun individu baik di sektor informal (kantor atau
perusahaan) dan informal (bekerja mandiri). Keselamatan dan kesehatan kerja
sangat terkait dengan produktifitas sehingga harus diperhatikan dengan sungguh
- sungguh sebagai hal yang sangat penting. " Jika Bapak - Bapak nelayan
sehat dan selamat dalam menagkap ikan di laut, tentu hasil tangkapan ikan juga
relatif banyak," terangnya
Sebagai tulang punggung keluarga
dalam mencari nafkah di laut para nelayan dituntut untuk berhati-hati menjaga
kesehatan dan menjauhkan diri semaksimal mungkin dari bahaya ketika melaut.
OLeh sebab itu, Pemerintah terus melakukan sosialisasi budaya K3 di semua
sektor termasuk sektor informal dan memberikan bantuan peralatan K3. Pada
akhirnya dengan telah dilakukannya K3 sebagai budaya dalam bekerja maka hasil
kerja bisa maksimal dengan produktifitas tinggi dan daya saing juga meningkat. "Saya
meminta pada bapak bapak nelayan untuk menjadikan K3 sebagai budaya hidup dalam
bekerja setiap hari”. Penggunaan peralatan K3 bertujuan untuk menghindari
resiko dalam bekerja serta penyakit-penyakit yang ditimbulkan saat bekerja.”Imbuhnya