Sebagai bentuk perhatian dan
kepedulian serta meringankan beban masyarakat dalam rangka
tanggap darurat bencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Panggul. Senin, 18
April 2016 bertempat di Kantor Kecamatan Panggul Dr. Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati
Trenggalek memberikan bantuan 243 paket sembako serta memverifikasi langsung
bencana alam di Kecamatan Panggul. Penyerahan bantuan tersebut
dilakukan secara simbolis oleh Bupati Trenggalek kepada warga masyarakat Panggul yang
didampingi Camat Panggul beserta muspika, Kabag Humas dan Protokol dan beberapa
staf BPBD Trenggalek. Bantuan
243
paket sembako tersebut yang diberikan oleh
BNPB Pusat yakni
berupa Beras 5Kg, Kecap, Mie Instan, Sarden, Gula serta Minyak Goreng.
Pada
kesempatan ini, Mulyono S.Sos Camat Panggul melaporkan bahwa Kecamatan Panggul merupakan daerah yang
memiliki beragam potensi alam, namun kondisi topografi daerah yang yang
banyak memiliki lembah, bukit dan gunung, membuat daerah ini juga sangat akrab
dengan berbagai bencana seperti tanah longsor dan banjir. Camat juga mengimbau warga masyarakat tetap waspada terhadap
musibah tanah longsor maupun
banjir yang datang secara tiba-tiba. Karena, tingginya curah hujan yang terjadi
saat ini, tidak bisa diprediksi kapan datangnya musibah tanah longsor
maupun banjir
yang merendam rumah penduduk terutama yang berada di daerah aliran sungai.”Ucapnya
Sementara
itu, Dr. Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan kepada seluruh warga masyarakat
Kecamatan Panggul agar
tetap waspada terhadap bencana tanah longsor dan senantiasa meningkatkan pengetahuan tentang
tanda-tanda alam setempat yang memberikan indikasi akan adanya ancaman bencana
terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini. Bukan hanya itu saja, para
kepala desa, lurah dan camat juga diharapkan segera berkoordinasi dengan Pemerintah
Kabupaten
Trenggalek dan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek jika diwilayahnya terjadi
banjir. "Segera lakukan koordinasi secepatnya, ini bertujuan supaya
secepatnya bantuan diberikan terutama bahan makanan bagi para korban,"
pinta Bupati.
Lebih lanjut, Bupati berharap
warga yang berada di daerah rawan bencana untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.
Terutama kala musim hujan tiba, warga yang tinggal di kaki dan lereng
perbukitan kerap dihantui rasa takut akan datangnya bencana longsor yang siap
menimbun dan memporak-porandakan pemukiman warga setiap saat. “Kita tidak tahu
entah kapan bencana itu akan datang, karena itu adalah rencana Allah. Namun
sebagai manusia kita dituntut untuk selalu waspada dan berserah diri agar
bencana itu tidak menghampiri kita,” imbuhnya