Retakan tanah di Dusun sumbermadu tepatnya di RT.19/RW.08 Desa Pucanganak
Kecamatan Tugu ternyata
menjadi perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Tanah di dusun ini mengalami keretakan dan keluar air
dari celah retakan tanah tersebut. Kamis, 14 April 2016 Dr. Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati
Trenggalek bersama H. Mochammad
Nur Arifin Wakil
Bupati Trenggalek yang didampingi Kepala Desa dan perangkat Desa
meninjau langsung kondisi lokasi
retakan tanah tersebut. Tahun 2016
ini keretakan pergerakan tanah di Dusun sumbermaduh tersebut terlihat semakin parah,
pasalnya 21 rumah warga mengalami kerusakan yang cukup parah retak dan hampir
roboh.
Pada peninjauannya kali ini, Dr.
Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati
Trenggalek se usai meninjau lokasi
bencana tersebut menyampaikan rasa
prihatinnya kepada warga masyarakat Dusun Sumbermadu Pucanganak yang terdampak
bencana ini. Sesuai dengan laporan yan diterima, fenomena bencana retakan tanah
ini merupaka fenomena alam yang langka. Bahkan fenomena ini merupakan kejadian
satu-satunya di Jawa Timur. BPBD yang bekerjasama dengan UGM Yogyakarta telah
memasang alat peringatan dini longsor dilokasi bencana untuk memberitahu warga
bila bencana longsor tiba.
Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu daerah yang
masih memiliki potensi bencana cukupn tinggi. Terlihat dalam beberapa bulan
masa kepemimpinannya bersama wakilnya sejumlah kecamatan di Trenggalek hampir
seluruhnya terjadi bencana alam. Selain tanah longsor, bencana banjir dan angin
puting beliung juga menjadi langganan beberapa titik lokasi di Trenggalek
terdampak bencana.Hal tersebut menjadikan PR tersendiri bagi Pemerintah
Daerah untuk segera melakukan upaya pencegahan bencana utamanya didaerah-daerah
pegunungan.
“Tidak dipungkiri lagi, memang secara letak geografis
kabupaten Trenggalek merupakan daerah yang dikelilingi pegunungan maka tak
jarang potensi bencana sedikit banyak mengancam lokasi-lokasi yang
keberadaannya didekat pegunungan,” ucapnya.
Seperti yang diketahui, dalam peninjauan orang nomor 1
dijajaran Pemerintahan Kabupaten Trenggalek ini dilokasi bencana longsor,
pihaknya akan melakukan evaluasi dengan badan yang menaungi agar kejadian
serupa tidak terjadi didaerah lain. Hanya saja sampai saat ini seluruh korban
yang terdampak bencana longsor mengungsi dirumah kerabatnya yang dirasa aman
sampai batas waktu yang belum ditentukan dikarenakan kondisi rumah yang
mengalami kerusakan parah dan retak-retak diseluruh bagian rumah sehingga dapat
membahayakan nyawanya.
“Hingga saat ini seluruh korban bencana longsor sudah
menyiapkan lahan jika memang nantinya rumah yang ditinggalinya selama ini tidak
dapat dipertahankan lagi. Namun sejauh ini Pemerintah Daerah juga akan
mengambil langkah strategis dalam permasalahan ini,” tegas Bupati.