Dalam
rangka Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 untuk mengumpulkan dan menyajikan
data dasar seluruh kegiatan ekonomi, kecuali sektor pertanian yang sebagai landasan bagi
penyusunan kebijakan, perencanaan dan evaluasi pembangunan di wilayah
Kabupaten Trenggalek yang akan dilaksanakan serentak di
seluruh Indonesia pada bulan Mei 2016. Kamis, 17 Maret 2016 bertempat
dihotel Hayam Wuruk Trenggalek, Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Badan Pusat Statistik (BPS) Trenggalek telah
menggelar Pelatihan Calon Petugas Sensus Ekonomi Tahun 2016. Dalam pembukaan
pelatihan tersebut dihadiri oleh H. Mochammad Nur Arifin Wakil Bupati Trenggalek, Kepala
Koperindagtamben Kab. Trenggalek, Kepala BPS Trenggalek serta Para Peserta
Calon Petugas Sensus Ekonomi se Kabupaten Trenggalek. Pelatihan ini dilakukan
sebanyak 5 gelombang dengan kisaran sekitar 160 orang setiap gelombang dan
dilaksanakan selama 26 hari yakni pada tanggal 17 Maret s/d 10 April 2016.
Pada
kesempatan ini, Ir. Muhammad Wahyudi Kepala BPS Trenggalek dalam laporannya
menyampaikan bahwa keseluruhan jumlah Petugas Sensus Ekonomi Tahun 2016 yang
akan dilatih adalah sejumlah 810 petugas yang terdiri dari 603 Petugas Pencacah Lapangan
(PCL) dan 207 Petugas
Pemeriksa Lapangan (PML). Adapun
tujuan khusus sensus ekonomi 2016 adalah untuk memberikan gambaran lengkap
tentang level dan struktur ekonomi, memperoleh informasi dasar yang mencakup
semua sektor ekonomi mengetahui karakter usaha di Indonesia dan mengetahui daya
saing bisnis di Indonesia khususnya di Kabupaten Trenggalek.”Ungkapnya
Sementara
itu, H. Mochammad Nur Arifin Wakil
Bupati Trenggalek dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan Sensus
Ekonomi Tahun 2016 merupakan
amanat UU Nomor 6 Tahun 1997 yang harus dilakukan BPS sebagai penyelenggara
statistik dasar melalui pengumpulan data usaha non pertanian yang dikelola
rumah tangga dan perusahaan. Hal
tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengetahui dan memahami betapa
pentingnya data sensus ekonomi bagi perencanaan pembangunan nantinya. Pendataan Sensus
Ekonomi Tahun 2016 mencakup seluruh usaha ekonomi non pertanian yang meliputi
pertambangan, industri pengolahan, listrik gas dan air bersih, kontruksi,
perdagangan, transportasi, informasi komunikasi dan jasa – jasa
lainnya.”Ujarnya
Lebih
lanjut, ketersediaan
data yang akurat dan up to
date sangat diperlukan dalam pembangunan nasional. Data yang dapat
menggambarkan potret utuh perekonomian dapat diperoleh melalui sensus ekonomi.
Data tersebut nantinya dapat digunakan sebagai landasan penyusunan kebijakan
serta perencanaan dan evaluasi pembangunan. Selain itu melalui sensus ekonomi
akan menghasilkan data yang mampu menggambarkan level dan struktur ekonomi non
pertanian di Kabupaten Trenggalek. “Saya harap melalui
pelatihan ini
mampu menghasilkan data akurat tentang tingkat perekonomian yang dicapai
sebagai acuan menyusun kebijakan.”Imbuhnya