Keberadaan wadah
Islamiyah di Kabupaten Trenggalek, sangat memberi kontribusi pada pembangunan
keagamaan di daerah ini. Kabupaten Trenggalek dengan mayoritas beragama Islam
masih sangat dibutuhkan peningkatan kualitas keagamaan. Oleh karena itu
pembangunan pesantren ini merupakan salah satu upaya untuk menuju kearah
perbaikan kualitas keagamaan di Kabupaten Trenggalek ini. Selasa, 1 Maret 2016 Dr.
Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati Trenggalek melakukan peletakan batu pertama
pembangunan pondok pesantren Darussalam Desa Sumberingin Kecamatan Karangan. Pada
peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Darussalam ini, juga
dihadiri oleh Kepala SKPD Terkait, Camat Karangan beserta Muspika Karangan dan
Para Pengurus Ponpes Darussalam.
Pada kesempatan
tersebut, Dr. Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati Trenggalek dalam sambutannya
menyampaikan sangat mengapresiasi atas pembangunan ponpes dengan pengasuh pondok ini KH Mastur Ali ini untuk membangunan
pendidikan berbasis pesantren Darussalam ini yang
mengedapankan pembangunan sumber daya manusia dengan berlandaskan Al Qur'an. Ponpes
ini dibangun bertujuan untuk menjadikan anak-anak Trenggalek ini menjadi pintar
. Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus berkometmen dan
memberikan perhatian yang besar terhadap dunia pendidikan islam. Hal ini
seiring sejalan dengan filosofi Melayu yang identik dengan islam.”Ujarnya
"Kita tidak hanya bicara sebuah
filosofi yang terus kita gaungkan bahwa melayu identik dengan islam. Namun hal
itu harus benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari," Kita
menginginkan anak-anak Kabupaten Trenggalek yang tumbuh dan berkembang menjadi
para intelektual hebat dimasa depan namun tetap berlandaskan pada Alqur'an,
karena generasi seperti inilah yang ingin kita lahirkan, tidak hanya
generasi yang hebat secara teknologi tetapi juga generasi yang cendrung dan
selalu bertindak atas dasar dan pedoman al qur'an,"
Bupati Mengharapkan
agar para pengurus Pesantren Darussalam jeli melihat keunikan atau potensi ekonomi yang ada di wilayah sekitar pesantren untuk bisa di integrasikan dengan kurikulum pesantren, sekaligus juga bisa menghasilkan produk – produk yang
bernilai ekonomis, sehingga dapat mengembangkan pesantren lebih maju serta
mensejahterakan lingkungan internal dan eksternal pesantren. Kedepannya pesantren menjadi ujung tombak, disaat kurikulum pendidikan
Nasional sudah mulai bergeser dan fokus pada pengembangan pendidikan
berkarakter yang bersejarah. Dikarenakan pendidikan pesantren seperti
ini sudah ada sejak dulu, sebelum jaman kemerdekaan negara kita. Bahkan
dulu pesantren menjadi tonggak kebangkitan bangsa, karena dari sana juga
tumbuh rasa nasionalisme, rasa saling memiliki.