laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

22 Maret 2016

Bupati Pimpin Apel Unsur Tiga Pilar Dalam Rangka Peningkatan Keamanan dan Ketertiban



Maraknya aksi radikalisme dan terorisme yang mengancam stabilitas keamanan di Negeri tercinta ini, Pemerintah Pusat maupun Daerah akan mensinergikan tiga pilar. Tiga Pilar yang terdiri dari Perintah Desa, Babinsa dan Babhinkamtibmas ini akan disinergikan kembali sebagai ujung tombak Pemerintah dalam menjaga kesetabilitasian ketertiban dan keamanan dari ancaman aksi-aksi radikalisme tersebut. Senin 21 Maret 2016 bertempat di Alon – alon Kab. Trenggalek, Pemerintah Kabupaten Trenggalek menggelar Apel Unsur Tiga Pilar Dalam Rangka Peningkatan Keamanan dan Ketertiban Tahun 2016. Apel ini diikuti oleh unsur TNI/Polri, PNS Lingkup Pemkab. Trenggalek, Para pelajar dan Kepala Desa. Dalam apel tersebut juga dihadiri oleh seluruh anggota Forkopimda, Sekda Trenggalek beserta Kepala SKPD Lingkup Pemkab. Trenggalek.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun belakangan ini ancaman radikalisme marak terjadi di berbagai daerah, yang diiringi dengan aksi terror bom/bahan peledak maupun aksi – aksi penembakan yang dilakukan kelompok tertentu kepada masyarakat sipil maupun aparat keamanan. Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Komunikasi dan Informasi, Kemendagri tercatat bahwa konflik berlatarbelakang radikalisme dan terorisme yang terjadi pada tahun 2013 sebanyak 30 peristiwa, pada tahun 2014 sebanyak 26 peristiwa, dan tahun 2015 sebanyak 41 peristiwa. Total jumlah peristiwa konflik yang dilatarbelakangi faham radikal dan teroris 97 peristiwa untuk periodic 2013,2014 dan 2015. Berdasarkan realitas tersebut, muncul pemahaman bahwa ancaman faham radikal yang bersifat kompleks dan multidimensional tersebut dalam penanganannya memerlukan kerja sama multisektor karena itulah diperlukan pengelolaan secara komprehensif dan terintegrasi.”Ungkapnya

Lebih lanjut, upaya penciptaan kondisi kehidupan masyarakat yang tenteram, tertib dan teratur telah bergeser seiring dengan berjalannya era reformasi. Pendekatan keamanan yang mengedepankan tindakan kontrol terhadap laju gerak masyarakat telah berganti seiring berjalannya transisi demokrasi. Upaya penciptaan ketentraman dan ketertiban masyarakat saat ini lebih ditekankan pada pembenahan regulasi dan penegakan hukum yang dapat membangun kepercayaan dan rasa keadilan masyarakat.

Sementara itu, Bupati menghimbau kepada seluruh peserta apel dan seluruh masyarakat Trenggalek untuk perlu meningkatkan koordinasi, keterpaduan, antar aparatur pemerintah daerah dan instansi vertical di daerah. Kepada Kemenag diharapkan dapat melakukan upaya deradikalisasi melalui kegiatan bimbingan/penyuluhan serta memaksimalkan peran pondok pesantren dalam menangkal radikalisasi yang mengatasnamakan Agama dan Kepada jajaran TNI/POLRI Bupati mengharapkan untuk dapat melakukan penegakan hukum, dan juga memberdayakan unsur tiga pilar yaitu Kepala Desa, Babinsa dan Babhinkamtibmas untuk melaksanakan cegah dini dan deteksi dini dalam menangkal segala bentuk radikalisasi dan aksinya.”Imbuhnya

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video