Tidak hanya dari PMII, KNPI,
GNPI, Fatayat NU, GP Anshor dan Pincab NU juga hadir untuk mencurahkan
pemikirannya di hadapan Bupati Trenggalek untuk pembangunan Trenggalek 5 tahun
mendatang.
Mengambil tema
peranserta organisasi pergerakan dan kepemudaan dalam perspektif pembangunan
daerah, dari semua perwakilan organisasi yang hadir mendapat kesempatan untuk
meyampaikan pertanyaan kepada Bupati.
KNPI menanyakan tentang bagaimana langkah kedepan dari pemerintahan Emil dan Nur Arifin untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dan peningkatan SDM sehingga tenaga kerja produktif tidak banyak yang pergi ke luar negeri hanya sekedar untuk mencari nafkah.
KNPI menanyakan tentang bagaimana langkah kedepan dari pemerintahan Emil dan Nur Arifin untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dan peningkatan SDM sehingga tenaga kerja produktif tidak banyak yang pergi ke luar negeri hanya sekedar untuk mencari nafkah.
GP anshor mempertanyakan
banyaknya bahan baku tanah liat yang di bawa ke luar kota Trenggalek untuk
dijadikan bahan baku keramik apa tidak sebaiknya di buat di Trenggalek sehingga
bisa menyerap lapangan pekerjaan baru.
Sedangakan dari PMII
sendiri sangat berharap jika pemimpin
muda ini bisa saling bersinergi dengan segala kalangan masyarakat baik di desa maupun di kota dan mematahkan
perspektif masyarakat tentang pemimpin muda yang masih minim pengetahuan dan
minim pengalaman.
Menanggapi pertanyaan
beragam tersebut Bupati Trenggalek Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc memberikan apresiasi kepada seluruh organisasi
kepemudaan yang begitu peduli dan kritis terhadap pemerintah di Trenggalek. “
segala pertanyaan tersebut akan saya tampung, dan sebisa mungkin kebijakan – kebijakan
yang positif terus dievaluasi untuk kemajuan Trenggalek kedepannya,” ungkap
Emil.
“ saya yakin semua ini
peduli dan memiliki keinginan untuk maju dan berubah, kawalah pemerintahan saya
, sampaikan aspirasi anda dengan bijak tanpa harus merugikan kepentingan umum,
insya Alooh apapun masalahanya pasti akan saya carikan solusinya,” pinta Bupati
sekaligus mengakhiri sambutannya.