Upaya pemerintah dalam pemenuhan
kebutuhan akan pangan masyarakat terus digalakkan dan diupayakan dengan
berbagai keterpaduan kegiatan upaya khusus Padi, Jagung dan Kedelai. Senin, 21
Maret 2015 Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Pertanian Kehutanan
dan Perkebunan Kabupaten Trenggalek telah menggelar Panen Raya Padi di Dusun
Krajan Desa Ngrambingan Kecamatan Panggul. Dalam acara tersebut secara simbolis
Dr. Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati Trenggalek melakukan Panen Raya
Padi bersama anggota Forkopimda yang disambut meriah masyarakat petani dan penyuluh se Kecamatan
Panggul. Pada Panen Raya Padi ini juga
dihadiri oleh Camat beserta Muspika Kec. Panggul, Kepala BPS Trenggalek, Kepala
Desa se Kec. Panggul, Penyuluh se Kec. Panggul dan Para Pengurus Kelompok Tani
se Desa Ngrambingan. Pada kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan bantuan berupa Hand
Tracktor kepada kelompok tani Sumber Rejeki.
Pada kesempatan ini, Ir. Joko Surono
Kepala Dispertahutbun Trenggalek dalam laporannya mengatakan pada saat ini di
Kabupaten Trenggalek akan dipanen padi mulai bulan Maret sampai dengan April
nanti seluas 14.000 Ha. Sedangkan di Kecamatan Panggul seluas 1.200 ha,
sedangkan khusus di Desa Ngrambingan ini seluas 68 Ha. Dalam kegiatan ini
merupakan upaya peningkatan produktivitas dan produksi tanaman pangan terutama
padi, jagung dan kedelai dengan dukungan kegiatan pada sarana dan prasarana
pendukungnya. Dengan panen raya padi ini diharapkan nantinya upaya peningkatan
produktivitas dan produksi tanaman padi, jagung dan kedelai dapat tercapai
sesuai target serta mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat juga dapat
sebagai sarana peningkatan pendapatan masyarakat.”Ungkapnya
Sementara itu, Dr. Emil Elestianto Dardak M.Sc Bupati
Trenggalek dalam sambutannya
mengatakan Bahwa program Tahun 2016 ini Pemerintah
Kabupaten Trenggalek akan mengalokasikan kegiatan pengembangan padi Hibrida
seluas 1.000 Ha, Padi Inhibrida 6.000 Ha, Jagung Hybrida 6.974 Ha, Kedelai
Intensifikasi 5.000 Ha dan Perluasan Tanam Kedelai 7.000 Ha serta pengembangan
ubi kayu 500 Ha yang
akan di sebar pada 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek. Dan untuk
Kcamatan Panggul padi Hibrida
seluas 100 Ha, Kedelai Intensifikasi 600 Ha, dan Perluasan Tanam Kedelai 350 Ha.”Ujarnya
Lebih lanjut, Bupati
Trenggalek juga menyampaikan tanaman padi
merupakan tanaman yang membutuhkan air tapi bukan tanaman air, hambatana dan
tantangan tanam padi yang dihadapi masyarakat cukup besar baik dari gangguan
faktor alam maupun teknis. Anomali iklim, ketersediaan air, lahan sawah sempit,
alih fungsih lahan, serangan hama penyakit, ketersediaan pupuk, penggunaan
benih berlabel, kekeringan, banjir, serta pasar adalah hal – hal penting yang
harus dihadapi oleh petani. Kunci dari semuanya adalah keseriausan kita semua untuk
membina dan mengarahkan demi keberhasilan dan kesejahteraan masyarakat
Trenggalek.”Imbuhnya