Ketua Panitia H. Moch Husni dalam laporannya mengharapkan
konfrensi NU ke 14 ini kembali kepada khitohnya demi untuk kemaslahatan warga
nahdiyin, konferensi ini jangan dinodai dengan hal-hal yang kurang baik, maupun
money politik, sehingga konfrensi tersebut seolah – olah telah
dipolitisir dan rentan upaya pencarian posisi dan kedudukan belaka.
Sementara itu Bupati Trenggalek Dr. Emil E.
Dardak, M.Sc menyampaikan bahwa pembangunan di Kabupaten Trenggalek tentunya tidak
bisa lepas dari peran kaum Nahdiyin. Peran NU terhadap pembangunan terjadi dari
berbagai aspek, termasuk pendidikan keagamaan yang bertujuan membentuk karakter
genarasi mendatang, yang berorientasi kebaikan dan agama yang kuat.
Dihadapan peserta dan para tamu undangan Bupati
menegaskan, mengingat pentingnya peran NU dalam pembangunan di Trenggalek,
janganlah NU dijadikan kendaran politik. Para ulama maupun pendiri NU mempunyai kedudukan yang mulia, tidak
bisa disandingkan dengan kedudukan politik maupun sebagai kendaraan politik
Bupati.
“Siapapun nantinya yang akan menjabat tanfidz, kami
mengharapkan konfercap NU ini dapat berjalan tertib, aman, dan lancer, bisa
bekerjasama dengan pemerintah, dapat merangkul semua warga Nahdiyin dalam upaya
menjaga warisan pendahulu, Agama Islam Rahmatan Lil Alamin”, ungkap Bupati.