Untuk mempopulerkan
kembali dan melestarikan musik tempo dulu dengan harapan Trenggalek mendapat
predikat salah satu kota pelestari keroncong. Dengan memberikan ruang bagi
artis dan musisi muda musik keroncong untuk berkreasi dibidang seni keroncong
serta memberikan hiburan bagi penggemar musik keroncong. Sabtu, 27 Februari
2016 bertempat di Halaman Kecamatan Trenggalek telah digelar Parade Musik
Keroncong Muda Tahun 2016 dan juga diikuti Para Group Musik Keroncong dari
Sekolah dan umum se Kecamatan Trenggalek. Dalam acara tersebut dihadiri oleh H.
Mochammad Nur Arifin Wakil Bupati Trenggalek, Kepala SKPD Terkait, Muspika
Kecamatan Trenggalek, Kades dan Lurah se Kecamatan Trenggalek, Pemerhati dan
Penggemar Musik Keroncong Kab. Trenggalek.
Pada kesempatan ini,
Drs. Budianto Camat Trenggalek dalam laporannya menyampaikan bahwa perkembangan
musik populer sangat pesat, namun masih banyak musisi di Kecamatan Trenggalek
yang mengembangkan musik keroncong yang saat ini masih eksis termasuk beberapa
sekolah yang memasukkan musik keroncong sebagai pendidikan ekstrakulikuler. Dan
beberapa artis keroncong Kecamatan Trenggalek pernah mendapatkan nominasi di
tingkat Jawa Timur serta salah satu sekolah di Kecamatan Trenggalek pernah
dinobatkan sebagai sekolah pioner keroncong. Dalam acara parade musik keroncong
ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan musik keroncong dikalangan muda sehingga
generasi muda / generasi penerus lebih termotivasi untuk kembali menoleh dan
mencintai musik keroncong.”Ujarnya
Sementara itu, H.
Mochammad Nur Arifin Wakil Bupati Trenggalek dalam sambutannya menyatakan apresiasinya
atas penyelenggaraan acara ini."Semoga keroncong terus bertahan di tengah
gempuran genre musik yang beragam”. Wabup juga berjanji, budaya asli dan
musik tradisional adalah salah satu hal yang akan terus dijaga kelestariannya
di Trenggalek. Hal itu dilakukan agar identitas bangsa tidak hilang.
"Bentuk kepedulian kami pada budaya asli dan musik tradisional adalah
dengan memberi tempat bagi para seniman dan budayawan Kabupaten
Trenggalek untuk berpentas di Ruang - ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di
seluruh Trenggalek. Dan sebaliknya, kami tidak mengizinkan pertunjukan lain
selain kesenian tradisional manggung disana.”Pungkasnya
Lebih lanjut, Wabup
menyampaikan dengan digelarnya Parade Musik Keroncong Muda Tahun 2016 ini
diharapkan mampu mendorong minat dan mengenalkan musik keroncong lebih dalam
kepada generasi muda dalam mengembangkan seni budaya Indonesia. Musik keroncong
sebagai warisan budaya bangsa menjadi salah satu poin penting perhatian seluruh
masyarakat, bukan hanya karena fakta yang menunjukkan bahwa musik keroncong
makin ditinggalkan banyak orang, terutama generasi muda di Kabupaten Trenggalek.
Namun, dengan hadirnya parade seperti ini masyarakat Trenggalek memiliki rasa
tanggung jawab dalam pelestarian budaya Indonesia. Melalui kegiatan ini
diharapkan musik keroncong dapat dimainkan dan dinikmati oleh siapa saja dan
dari kalangan mana pun serta mampu merangsang
generasi muda untuk terus melestarikan musik keroncong khususnya di Kabupaten Trenggalek.
”Imbuhnya