Untuk menggiatkan kegiatan 3M (Menguras, Menutup dan
Mengubur) di masyarakat dalam mencegah berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti dan
akhirnya dapat mencegah penyakit Demam Berdarah serta Chikungunya. Jum’at 29
Januari bertempat di Lapangan Desa Rejowinangun Kec. Trenggalek telah
diselenggarakan Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Kecamatan Trenggalek Tahun
2016. Dalam kegiatan pemberantasan tersebut dihadiri oleh Drs. Ali Mustofa M.Si
Sekretaris Daerah Trenggalek, Kepala SKPD Terkait, dan Camat Trenggalek
beserta Para Kepala Desa Se Kecamatan Trenggalek. Kegiatan ini dimulai dengan apel
pencananangan gerakan serentak pemberantasan nyamuk yang diikuti para siswa –
siswi SMP dan SMA se Kecamatan Trenggalek serta tokoh masyarakat.
Pada kesempatan ini, Drs. Budianto Camat Trenggalek
dalam laporannya menyampaikan pencanangan
gerakan pemberantasan nyamuk dengan melibatkan siswa-siswi se Kecamatan Trenggalek
tersebut merupakan strategi nyata dalam mencegah peningkatan kasus demam
berdarah (DBD) sejak dini. "Kasus
demam berdarah di Kabupaten Trenggalek masih menjadi salah satu penyakit
mematikan yang tertinggi sehingga perlu diwaspadai oleh semua pihak, khususnya
masyarakat,". Bahwa nyamuk Aedes Aegypti merupakan jenis nyamuk
yang membawa Virus Dengue penyebab penyakit Demam Berdarah, Demam Kuning dan
Chikungunya. Di Kecamatan Trenggalek pada Thun 2015 dan bulan Januari 2016
penderita Demam Berdarah yang opname sebanyak 33 orang, meninggal 1 orang dan
lebih dari 50 orang yang rawat jalan mengingat keganasan penyakit demam
berdarah, masyarakat harus mampu mengenali dan mengetahui cara – cara mengendalikan
nyamuk jenis ini untuk membantu mengurasi persebaran penyakit demam berdarah.
Maka Pemerintah Kecamatan Trenggalek bersama masyarakat perlu memotivasi budaya
3M melalui kegiatan serentak budaya 3M secara serentak di seluruh pelosok dan
kelurahan.”Ungkapnya
Sementara
itu, Drs. Ali Mustofa M.Si Sekretaris Daerah Trenggal
dalam sambutannya mengatakan gerakan
serentak pemberantasan sarang nyamuk sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk
mengatasi berkembangnya demam berdarah. "Pemerintah Kabupaten Trenggalek tentunya sangat mendukung dan
berterimakasih atas terselenggarakannya gerakan serentak pemberantasan
nyamuk ini. Partisipasi masyarakat sangat
kami harapkan, terlebih kita harus melibatkan masyarakat dan masyarakatlah yang
lebih banyak melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing". Peranan masyarakat dalam
gerakan 3M yakni menguras, menutup, dan mengubur. Jadi jangan sampai ada air
yang menggenang karena bisa menjadi sarang nyamuk.”Ujarnya
Lebih
lanjut, Sekda menyampaikan banyak
hal sederhana yang bisa menjadi tempat bertelur dan menetas nyamuk, seperti kamar mandi dan sisa botol, sehingga jika ini dibiarkan
saja, nyamuk yang menyebarkan demam berdarah akan tumbuh subur di lingkungan. "Program pemberantasan
sarang nyamuk yang murah dan mudah dilaksanakan dikenal dengan 3M yaitu
menguras, menutup, mengubur. Untuk itu gerakan 3M harus dilakukan dengan sebaik-baiknya di
lingkungan masyarakat,". Melalui kegiatan gerakan serentak pemberantasan sarang
nyamuk ini saya berharap bisa
dilakukan secara periodik dan reguler, jangan menunggu kalau sudah ada demam
berdarah barudilakukan. Selain itu Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, masyarakat, dan Kecamatan
bisa menggalakkan lagi kerja bakti
terpadu antara masyarakat, dinas, dan sekolah dengan jadwal. "Pencegahan dan
penanggulangan, dikembangkan model kegiatan yang berbasis masyarakat mandiri.
Program ini difokuskan pada upaya maksimal pemberantasan demam berdarah dengue
(DBD) oleh setiap warga masyarakat di setiap tempat pemukiman untuk terlibat
aktif,"Imbuhnya