Berbagai
upaya telah dilakukan untuk menurunkan kematian bayi dan ibu, serta upaya
perbaikan gizi yang dilaksanakan oleh masyarakat bersama Pemerintah, untuk
meningkatkan kualitas hidup perempuan (Sebagai Sumber Daya Manusia) melalui
berbagai kegiatan yang mempunyai dampak terhadap upaya penurunkan angka
kematian Ibu hamil, melahirkan dan nifas (AKI) dan angka kematian bayi (AKB)
Tahun 2016. Senin, 15 Februari 2015 bertempat di Pendopo “Manggala Praja
Nugraha” Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui Dinas Kesehatan Kabupaten
Trenggalek telah menyelenggarakan Sosialisasi Gerakan Perbaikan Gizi dan
Pendampingan Akselerasi Penurunan Angka Kesakitan dan Kematian Ibu dan Bayi
Baru Lahir (GERBANG ANGKASA BIRU). Dalam hal ini acara tersebut dihadiri oleh
Sugeng Widodo SH Asisten Pemerintahan dan Kesra, Ketua Komisi IV DPRD Kab.
Trenggalek, Kepala SKPD Terkait Lingkup Pemkab. Trenggalek, Camat se Kab.
Trenggalek.
Pada
kesempatan ini, dr. Mokh. Rofiq Hindiono, MMRS Kabid Kesehatan Keluarga dan
Gizi dalam laporannya menyampaikan bahwa angka kematian Ibu merupakan
perwujudan dari tingkat derajat kesehatan masyarakat. Berdasarkan hasil
pencatatan dan pelaporan Dinas Kesehatan Provinsi menunjukkan bahwa AKI di
Jatim naik di tahun 2011 kemudian menurun di Tahun 2012 dan 2013. Di Kabupaten
Trenggalek Angka Kematian Ibu (AKI) dalam 3 Tahun terakhir menunjukkan trend yang meningkat.
Sementara
itu, Sugeng Widodo SH Asisten Pemerintahan dan Kesra sekaligus membuka acara
tersebut dalam sambutannya mengatakan perlu diketahui trend AKB dan AKI di
Kabupaten Trenggalek masih belum bisa diturunkan (Stagnan) dari Tahun 2012 s/d
2015. Trend AKI adalah 10 atau 98/100.000 KH, 9 atau 103/100.000 KH, 10 atau
106/100.000 KH, dan 10 Ibu meninggal untuk Tahun 2015 atau 110/100.000 KH.
Sdang Trend AKB adalah 7,5/1000, 7,6/1.000 H, 7,6/1.000 KH. Sedangkan Tahun
2015 ada kematian 72 Bayi atau 7,9/1.000 KH. Sedang Prevalensi jumlah balita
kurang gizi 286 anak, jumlah anak yang menderita gizi buruk masih ada 32 anak
dari jumlah balita.”Ujarnya
Melalui
kegiatan ini diharapkan dapat di cegah faktor penyebab yang berkontribusi
terhadap kematian Ibu, baik penyebab yang langsung berhubungan dengan
komplikasi kehamilan, persalinan, nifas. Maupun penyebab tidak langsung, juga
faktor yang memperberat keadaan ibu yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu
dekat jarak anak, terlalu banyak anak, dan 3 terlambat yaitu terlambat
mengambil keputusan, terlambat sampai ke tempat rujukan serta terlambat
mendapat penanganan.”Imbuhnya