laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

3 Desember 2015

Sekda Trenggalek Pimpin Upacara HUT Korpri dan HUT PGRI Tahun 2015



Peringatan Hari Ulang Tahun ke 44 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tahun ini, di Kabupaten Trenggalek diperingati bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun PGRI yang ke 70/Hari Guru Nasional tahun 2015. Bertempat di  Alon – alon Kabupaten Trenggalek, pada Senin 1 Desember 2015 ratusan anggota Korpri dan PGRI tampak mengikuti upacara ini dengan khidmat. Hadir dalam kesempatan tersebut Drs. Ali Mustofa M.Si Sekda Kabupaten Trenggalek yang juga bertindak sebagai Inspektur Upacara, Dandim 0806 Trenggalek, Kapolres Trenggalek,  Para Kepala SKPD lingkup Pemkab Trenggalek serta Ketua Tim Penggerak  PKK Kabupaten Trenggalek dan Tamu undangan lain. 


Upacara Hut Korpri ke 44 tersebut bertemakan “Dengan memperkokoh netralitas profesionalitas Korpri siap menyukseskan pogram nawa cita melalui gerakan kerja menuju terwujudnya kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat”. Sementara itu, Hari Ulang Tahun Guru Nasional dan HUT PGRI ke 70 tahun 2015 dengan tema ” menetapkan soliditas PGRI sebagai organisasi guru yang kuat dan bermartabat”. Tema tersebut menunjukkan bahwa PGRI harus selalu membangun kekuatan dan kebersamaan untuk mewujudkan guru yang profesional dengan mutu pendidikan, sejahtera dan bermartabat serta mencerdaskan kehidupan berbangsa.



Pada kesempatan ini, Sekda Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan “Selaku Abdi dan Aparatur Negara, maka korpri senantiasa dituntut untuk memberikan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, terjangkau dan terukur. Tuntutan tersebut menjadi tantangan dan tanggungjawab bagi seluruh aparatur sesuai tupoksinya.



Sekda mengungkapkan, ada lima pesan khusus yang ditujukanya kepada seluruh anggota Korpri dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan publik. Yakni, Korpri diminta melakukan percepatan reformasi birokrasi di semua tingkatan. Reformasi dimaksud harus dilakukan tanpa basa-basi dan dengan cara-cara yang lebih kreatif. “Upaya perbaikan terhadap Korpri harus dilakukan dari hulu sampai hilir baik pada area perubahan mental aparatur, kelembagaan, ketatalaksanaan dan bidang lainnya. Karena masyarakat ingin segera melihat terwujudnya birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang efektif dan efisien, birokrasi yang melayani bukan dilayani, serta birokrasi yang memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” tegasnya.



Lebih lanjut, ajaran Korpri diharapkan mampu membangun mentalitas baru yang positif. Untuk itu, slogan revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo hendaknya dijadikan gerakan bersama seluruh anggota Korpri. Dengan integritas, jati diri Korpri sebagai abdi negara yang tepercaya harus dikembalikan. “Dengan etos kerja, Korpri harus menjadi abdi masyarakat dan pelayan rakyat yang tangguh. Dan dengan gotong royong, kita tegakkan kembali eksistensi Korpri sebagai motor penggerak pembangunan nasional,”. anggota Korpri hendaknya mampu menjaga netralitas dalam penyelenggaraan pesta demorasi pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 9 Desember 2015 mendatang. “PNS harus selalu menjaga netralitas dan tidak menggunakan fasilitas pemerintah untuk kepentingan kampanye. Anggota Korpri harus fokus pada tugas dan fungsinya, sehingga dapat memberikan pelayanan publik terbaik kepada masyarakat tanpa ada diskriminasi kepada pihak manapun,”Imbuhnya



Sementara itu, dalam HUT PGRI ini juga mengatakan Tanggal 25 November 2015, tujuh puluh tahun yang lalu, PGRI lahir pada saat Kongres Guru Indonesia di Surakarta yang juga disebut Kongres Guru I. PGRI lahir dari kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan para guru, dosen, tenaga kependidikan, para pensiunan guru, dan para pegawai Kementerian Pendidikan dan Pengajaran yang baru didirikan. Dengan semangat proklamasi 17 Agustus 1945 yang menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia, mereka bersatu untuk mengisi kemerdekaan. Dengan lahirnya PGRI, maka segala bentuk perbedaan dan potensi perpecahan kelompok guru sepakat untuk dihapuskan. Ketika itu, puluhan organisasi guru sepakat membentuk satu-satunya organisasi profesi guru, yaitu PGRI, untuk kemudian membangun kekuatan bersama antaranggota, agar kuat dan berwibawa untuk mengawal mutu pendidikan dan memperjuangkan profesi guru dan tenaga kependidikan pada umumnya," katanya

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video