Peringatan Hari Ulang Tahun ke 44 Korps Pegawai
Republik Indonesia (KORPRI) Tahun ini, di Kabupaten Trenggalek diperingati
bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun PGRI yang ke 70/Hari Guru Nasional
tahun 2015. Bertempat di Alon – alon Kabupaten Trenggalek, pada Senin 1
Desember 2015 ratusan anggota Korpri dan PGRI tampak mengikuti upacara ini
dengan khidmat. Hadir dalam kesempatan tersebut Drs. Ali Mustofa M.Si Sekda
Kabupaten Trenggalek yang juga bertindak sebagai Inspektur Upacara, Dandim 0806
Trenggalek, Kapolres Trenggalek, Para Kepala SKPD lingkup Pemkab
Trenggalek serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek dan Tamu
undangan lain.
Upacara Hut
Korpri ke 44 tersebut bertemakan “Dengan memperkokoh netralitas profesionalitas Korpri
siap menyukseskan pogram nawa cita melalui gerakan kerja menuju terwujudnya
kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat”. Sementara itu, Hari Ulang
Tahun Guru Nasional dan HUT PGRI ke 70 tahun 2015 dengan tema ” menetapkan
soliditas PGRI sebagai organisasi guru yang kuat dan bermartabat”. Tema tersebut menunjukkan
bahwa PGRI harus selalu membangun kekuatan dan kebersamaan untuk mewujudkan
guru yang profesional dengan mutu
pendidikan, sejahtera dan bermartabat serta mencerdaskan
kehidupan berbangsa.
Pada
kesempatan ini, Sekda Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan “Selaku Abdi dan Aparatur
Negara, maka korpri senantiasa dituntut untuk memberikan pelayanan publik yang
semakin cepat, mudah, terjangkau dan terukur. Tuntutan tersebut menjadi
tantangan dan tanggungjawab bagi seluruh aparatur sesuai tupoksinya.
Sekda
mengungkapkan,
ada lima pesan khusus yang ditujukanya kepada seluruh anggota Korpri dalam
rangka peningkatan kinerja pelayanan publik. Yakni, Korpri diminta melakukan
percepatan reformasi birokrasi di semua tingkatan. Reformasi dimaksud harus
dilakukan tanpa basa-basi dan dengan cara-cara yang lebih kreatif. “Upaya perbaikan terhadap
Korpri harus dilakukan dari hulu sampai hilir baik pada area perubahan mental
aparatur, kelembagaan, ketatalaksanaan dan bidang lainnya. Karena masyarakat
ingin segera melihat terwujudnya birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi
yang efektif dan efisien, birokrasi yang melayani bukan dilayani, serta
birokrasi yang memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” tegasnya.
Lebih lanjut, ajaran Korpri diharapkan mampu membangun mentalitas
baru yang positif. Untuk itu, slogan revolusi mental yang dicanangkan Presiden
Joko Widodo hendaknya dijadikan gerakan bersama seluruh anggota Korpri. Dengan
integritas, jati diri Korpri sebagai abdi negara yang tepercaya harus
dikembalikan. “Dengan etos kerja, Korpri harus
menjadi abdi masyarakat dan pelayan rakyat yang tangguh. Dan dengan gotong
royong, kita tegakkan kembali eksistensi Korpri sebagai motor penggerak
pembangunan nasional,”. anggota Korpri hendaknya mampu menjaga netralitas dalam penyelenggaraan
pesta demorasi pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan
secara serentak pada tanggal 9 Desember 2015 mendatang. “PNS harus selalu menjaga netralitas dan tidak
menggunakan fasilitas pemerintah untuk kepentingan kampanye. Anggota Korpri harus
fokus pada tugas dan fungsinya, sehingga dapat memberikan pelayanan publik
terbaik kepada masyarakat tanpa ada diskriminasi kepada pihak manapun,”Imbuhnya
Sementara
itu, dalam HUT PGRI ini juga mengatakan Tanggal
25 November 2015, tujuh puluh tahun yang lalu, PGRI lahir pada saat Kongres
Guru Indonesia di Surakarta yang juga disebut Kongres Guru I. PGRI lahir dari
kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan para guru, dosen, tenaga
kependidikan, para pensiunan guru, dan para pegawai Kementerian Pendidikan dan Pengajaran
yang baru didirikan. Dengan semangat proklamasi 17 Agustus 1945 yang menjiwai
penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia, mereka bersatu untuk mengisi
kemerdekaan. Dengan
lahirnya PGRI, maka segala bentuk perbedaan dan potensi perpecahan kelompok guru
sepakat untuk dihapuskan. Ketika itu, puluhan organisasi guru sepakat membentuk
satu-satunya organisasi profesi guru, yaitu PGRI, untuk kemudian membangun
kekuatan bersama antaranggota, agar kuat dan berwibawa untuk mengawal mutu
pendidikan dan memperjuangkan profesi guru dan tenaga kependidikan pada
umumnya," katanya