Penanaman Kedelai yang
bertempat di Desa Jajar tersebut di lakukan dengan melibatkan kurang lebih 500
orang yang berasal dari kelompok tani se Kabupaten Trenggalek. Tidak
ketinggalan tanam kedelai ini juga diikuti, Komandan Korem 081 Madiun, PJ
Bupati Trenggalek, direktur AKABI, forkopimda dan Babhinsa se Kabupaten
Trenggalek.
Mengawali acara direktur AKABI ( Aneka Kacang
dan Umbi ) DR.Ir. Maman Suherman, MM menyampaikan pemerintah melalui Kementrian
pertanian pada tahun 2015 telah menetapkan adanya Upaya khusus pencapaian
swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta swasembada kedelai. “ Fasilitas
dari pemerintah dalam program pengelolaan produksi kedelai tersebut berupa
sarana produksi paket lengkap disertai dengan dukungan pembinaan, pengawalan
dan pemantauan oleh berbagai pihak,” ungkapnya.
Lebih lanjut PJ Bupati
Trenggalek Dr. Jarianto, MSi dalam sambutannya menambahkan luas lahan sawah di
kabupaten Trenggalek 12.300 Ha, Luasan tanaman kedelai ini diharapkan dapat
terus ditingkatkan dengan program peningkatan indeks pertanaman ( PIP ) juga bisa
dilakukan dengan upaya perluasan areal (PAT ) tanaman kedelai khususnya pada lahan kering yang selama ini
masih belum dikembangkan.
“ saya juga menyadari
tantangan dan hambatan pengembangan kedelai di Kabupaten Trenggalek cukup besar
dikarenakan keterbatasan lahan, jaminan pasar serta tehnologi budidaya yang
belum berkembang,” Tegas Jarianto.
“ oleh sebab itu perlu ada
terobosan-terobosan untuk meminimalisir tantangan dan hambatan tersebut seperti
dengan menanam kedelai di musim penghujan atau lahan kering bahkan dilahan
pegunungan seperti di jajar ini, imbuhnya.
Kunci keberhasilan adalah
terletak dari keseriusan kita untuk membina, membimbing dan mengarahkan sehingga
peran dari babhinsa, penyuluh, mantra pertanian, mantri kehutanan dan pengamat
hama sangat diperlukan keterlibatannya.