Untuk
memberi wawasan tentang Benda Cagar Budaya dan perlindungan situs purbakala
yang bertujuan melestraikan dan memanfaatkannya untuk kemajuan ilmu pengetahuan
khususnya masyarakat Kabupaten Trenggalek
dan umumnya bagi masyarakat Indonesia.
Senin, 7 Desember 2015 bertempat di Pendopo “Manggala Praja Nugraha” telah
digelar Sosialisasi dan Penyebaran Informasi Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran. Acara tersebut dihadiri
oleh Dr. H. Jarianto M.Si Pj. Bupati Trenggalek, Kepala BPSM Purba Sangiran
beserta rombongan, Para Kepala SKPD Terkait Serta Para Kepala Sekolah dan Para
Ketua Osis se Kab. Trenggalek.
Pada kesempatan ini, Kepala BPSM Purba Sangiran dalam
laporannya mengatakan bahwa sejalan dengan Masterplan Situs Sangiran tentang
Rencana Induk Pelestarian Kawasan Situs Sangiran, khususnya dibidang
pemanfaatan, Situs Sangiran mempunyai potensi besar dalam hal edukasi, ilmu
pengetahuan dan pariwisata. Pengembangan – pengembangan untuk peningkatan
kualitas informasi bagi masyarakat luas terus dilakukan BPSMP Sangiran sebagai Unit
Pelaksana Teknis di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Pengembangan masing – masing Klaster ini diarahkan untuk kepentingan masyarakat
akan ketersediaan informasi tentang Situs Sangiran sehingga masyarakat dapat
merasakan nilai penting Situs Sangiran sebagai World Heritage dan potensi di
dalamnya. Pada akhirnya akan tumbuh rasa bangga dan rasa cinta tanah air
masyarakat Indonesia.”Ungkapnya
Sementara itu, Dr. H. Jarianto M.Si Pj. Bupati
Trenggalek dalam sambutannya
menyampaikan Kabupaten Trenggalek memiliki potensi kesejarahan yang sangat
besar baik itu mulai dari zaman pra sejarah hingga zaman kemerdekaan. Namun
demikian potensi kesejarahan ini masih belum tergali sehingga kurang diketahui
khalayak baik itu masyarakat Trenggalek maupun masyarakat luas di luar
Kabupaten Trenggalek. Di wilayah Kabupaten Trenggalek ini terdapat kurang lebih
60 buah situs bersejarah, baik itu dari situs prasejarah, situs Hindhu/Budha,
situs islam dan situs colonial. Situs bersejarah tersebut tersebar di 14
Kecamatan se Kabupaten Trenggalek. Dalam pemetaannya, situs prasejarah banyak
terdapat di sepanjang pesisir selatan dan di jalur pegunungan. Situs
Hindhu/Budha tersebar di wilayah Kecamatan Pogalan dan Durenan. Situs Islam
tersebar merata di semua Kecamatan dan Situs Kolonial juga tersebar merata di
semua Kecamatan.
“Ujarnya
"Pemerintah Kabupaten Trenggalek sangat mendukung kegiatan
sosialisasi ini
sebagai langkah penting dalam pengenalan kepada masyarakat tentang benda-benda
cagar budaya yang perlu kita jaga dan lestarikan, dan sebagai upaya pengembangan
kawasan situs Balai Pelestarian Manusia Purba Sangiran, menjadi kawasan yang dapat
diarahkan untuk menunjang kepentingan akademis, ideologis dan ekonomis. Saya
berharap, kegiatan ini bisa bermanfaat untuk kepentingan ilmu pengetahuan,
pendidikan, agama dan atau kebudayaan", tandas Pj. Bupati Trenggalek.