Dalam acara Panen raya ini
hadir PLH Bupati Trenggalek Drs. Ali
Mustofa, M.Si, Forkopimda , Perwakilan Direktorat AKABI Dirjen Ketahanan Pangan
Kementrian Pertanian, Perwakilan Dinas Pertanian Prov. Jatim, Kepala Dinas Pertanian
Kab. Trenggalek, Juga seluruh Mantri Tani, Penyuluh se Kab. Trenggalek dan kelompok Tani se Kecamatan Karangan.
Sesuai laporan
yang disampaikan Ir. Rita Mezyu, MM Kasubdit kedelai, Direktorat AKABI Dirjen
ketahanan pangan Kementrian pertanian disampaikan bahwa Provinsi Jawa Timur
merupakan penyumbang pertama produksi kedelai terbesar nasional dengan produksi
sebesar 345 ribu ton biji kering. pada kesempatan ini pula Rita meminta 4 hal yang perlu
dipertahankan guna meningkatkan hasil pertanian yaitu pertahankan areal tanam
kedelai yang ada karena selain memperbaiki kesuburan lahan juga berpotensi
meningkatkan produksi tanaman berikutnya, kedua mengoptimalkan penerapan paket
teknologi budidaya spesifik lokasi serta perbaikan pengelolaan pasca panen agar
produktifitas produksi dan kualitas lebih tinggi lagi sehingga tidak kalah
dengan produk kedelai impor, ketiga kepada para petugas lapangan agar terus
mengawal dan mendampingi petani kedelai, dalam upaya mempercepat adopsi
teknologi baru, dan yang ke empat para petani diminta untuk menumbuhkan
penangkar benih kedelai dalam upaya mendukung kemandirian benih guna memenuhi
ketersediaan benih.
PLH Bupati Trenggalek Drs. Ali Mustofa, M.Si dalam sambutannya menambahkan tanaman kedelai merupakan tanaman pangan yang sangat dibutuhkan masyarakat Trenggalek, tanaman kedelai juga merupakan tanaman yang mendukung pariwisata di Trenggalek, kerenanya upaya peningkatan produksi merupakan langkah – langkah yang harus kita dukung demi masyarakat.
Namun hal ini
seharusnya tidak menjadikan kita untuk menyerah, kunci keberhasilan dari
semuanya adalah terletak dari keseriusan kita semua untuk membina dan
mengarahkan sehingga keberhasilan dan kesejahteraan dapat terwujud. Pada kesempatan ini pula PLH Bupati, menyerahkan secara simbolis 25 pompa air kepada kelompok tani yang areal persawahannya terkena dampak kekeringan.
Dalam mendukung
keberhasilan di sektor pertanian Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah mengupayakan pembangunan bendungan
Tugu. Seperti yang telah kita ketahui bersama jika pembangunan Bendungan Tugu
ini selesai nantinya akan mampu mengairi areal persawahan kurang lebih seluas 12.000 Hektar. “ Dukungan
masyarakat tentunya sangat kami harapkan untuk keberhasilan pembangunan
Bendungan yang merupakan harapan besar bagi masyarakat Trenggalek ini,” Pinta
Ali Mustofa