laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

28 Oktober 2015

PJ Bupati Trenggalek Hadiri Kirab Hari Santri Nasional



Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional yang dalam Keputusan Presiden RI Joko Widodo dalam menetapkan 22 Oktober sebagai hari Santri Nasional yang disambut antusias para santri di Kabupaten Trenggalek. Minggu, 25 Oktober 2015 bertempat di depan Gedung NU Trenggalek, PC NU Trenggalek telah menyelenggarakan Kirab Santri dan pawai. Dalam acara tersebut dihadiri oleh PJ Bupati Trenggalek Dr. H. Jarianto M.Si, Pimpinan DPRD Trenggalek, Para Kepala SKPD Terkait dan Para Pengurus PC NU Se Kab. Trenggalek.



Acara kirab  digelar pada 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB yang diikuti Ratusan Santri dari berbagai Pondok Pesantren dan Madrasah di Kabupaten Trenggalek dengan mengambil start dari Sumbergedong ke barat perempatan pasar pon ke utara dan finish di alon – alon Trenggalek serta di tutup dengan ceramah dan sholawat bersama di Alon – alon Trenggalek. 



Pada kesempatan ini, Dr. H. Jarianto M.Si PJ Bupati Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Trenggalek sangat mengapresiasi kegiatan kirap santri untuk memperingati Hari Santri Nasional dan semoga kegiatan ini akan berlangsung lebih meriah di tahun-tahun berikutnya. Dengan ditetapkannya Hari Santri, berarti eksistensi santri telah diakui di Indonesia. Akan tetapi dibalik itu semua para santri belum selesai.”Ujarnya



“ Hak – hak santri harus dipenuhi, dan yang lebih penting lagi adalah pengakuan bersama persamaan antara pondok pesantren salahfiyah dan sistem pendidikan Nasional. Ini adalah PR yang harus segera diselesaikan oleh Pemerintah Pusat, sehingga ketika nanti berjalan pasti beriringan. Selain hak – hak santri, Peringatan Hari Santri Nasional harus dimaknai dengan upaya meneruskan melawan kebodohan, kemiskinan dan berbagai persoalan yang sedang dihadapi bangsa.



“Sekarang ini para santri wajib mengusir kemiskinan, krisis ekonomi dan korupsi dari bumi nusantara. Masalah kebodohan juga menjadi tugas bagi para santri untuk ikut serta membantu program pemerintah menuju kemajuan di bidang pendidikan.”Imbuhnya

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video