Rebo kepala Desa Kerjo
meyampaikan Selain untuk hiburan bertujuan melestarikan budaya daerah yang
terancam punah."Dulu permainan ini digelar sebagai ritual untuk meminta
hujan, sekarang kami selenggarakan untuk hiburan. “Meminta hujannya tetap
kepada Allah SWT," kata Kepala Desa Kerjo.
Kesenian tradisional Tiban sudah
mendarah daging dalam masyarakat Kabupaten Trenggalek. Kegiatan inipun rutin
diadakan pada waktu memperingati hari kemerdekaan RI baik pada acara karnaval
ataupun pada acara bersih Desa.
Pj Bupati Jarianto yang kesehariannya menjadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jatim meminta agar Tiban ini dijadikan agenda rutin
sebagai sarana pelestarian budaya lokal. “ selenggarakan Tiban ini sebagai acara rutin tahunan,buat kriteria yang bagus seperti tata cara penilaian dan penjurian, kalau bisa seperti permainan tinju itu,” ungkap Jarianto.
“ jangan sampai dalam acara ini
terjadi permusuhan dan perselisihan, jadikan acara ini sebagai ajang mencari
persahabatan dan saya berharap permainan Tiban yang ada di Trenggalek dapat sebagai permainan percontohan di Jawa
timur bahkan di Indonesia,” pungkasnya.