Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Trenggalek Ke 821
Tahun 2015 resmi ditutup dengan Pesta Kembang Api dan Pagelaran
Wayang Kulit Semalam Suntuk di Alon-alon
Trenggalek. pada tanggal 31 Agustus 2015. Warga
masyarakat sangat antusias untuk
berbondong – bondong menyaksikan pesta tahunan warga Trenggalek. Pada puncak peringatan hari jadi
tersebut menghadirkan Dalang Ki Anom Suroto asal Solo
Jawa Tengah tampil dengan membawakan lakon “Wahyu
Nugroho Jati” yang di dukung oleh pelawak Kawakan yakni Cak Kirun, Gareng dkk. Pada acara puncak peringatan
hari jadi Tahun ini terlihat sangat
istimewa karena dimalam puncak Peringatan Hari Jadi Kab. Trenggalek dihadiri
oleh Saifullah
Yusuf (Gus Ipul) Wakil
Gubernur Jawa Timur.
Hari Jadi
Kabupaten Trenggalek merupakan puncak kemeriahan dan kebahagiaan warga di Kabupaten
Trenggalek. Karena dalam memperingati hari jadi
Kabupaten Trenggalek digelar berbagai kegiatan dan bermacam hiburan serta
perlombaan. Hal ini dilakukan pemerintah kabupaten
Trenggalek untuk memeriahkan serta memberikan suguhan hiburan kepada warga
Trenggalek agar bisa ikut bersukaria dalam memeriahkan hari jadi Trenggalek yang
ke 821.
Pada
kesempatan ini Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Provinsi Jawa Timur dalam rangka Fasilitasi Publikasi Kelembagaan
Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur juga menggelar Dialog Interaktif bersama Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Wakil Gubernur Jawa Timur untuk yang kesekian kalinya
pula publikasi tak henti-hentinya disebarluaskan ke seluruh lapisan masyarakat
Jawa Timur umumnya dan Kabupaten Trenggalek khususnya. Dialog
yang mengupas masalah pengembangan kebudayaan dan pariwisata dengan narasumber
Dr. Ir. H. Mulyadi WR.MMT Bupati Trenggalek.
Sementara
itu, Saifullah
Yusuf (Gus Ipul) Wakil
Gubernur Jawa Timur juga mengatakan Kesenian wayang kulit harus terus eksis dan dipelihara.
Wayang kulit merupakan budaya dan tradisi yang membuat bangsa Indonesia
memiliki karakter yang kuat. Meskipun negara mengalami perkembangan, tetapi
tradisi seperti wayang kulit ini harus dipertahankan dan dipelihara. “Tidak ada gunanya jika
negara maju, tetapi tradisi budaya ditinggalkan. Itu akhirnya membuat kita
menjadi tidak berkarakter. “Wayang mengajarkan kita untuk selalu taat pada
nilai-nilai kebenaran, serta mendorong kita untuk meningkatkan rasa cinta tanah
air dan bangsa Indonesia. Salah satu media untuk belajar nilai-nilai luhur
tersebut dapat diperoleh melalui kesenian wayang kulit. Untuk itu, Gus Ipul
mengapresiasi Kabupaten Trenggalek yang tidak melupakan tradisi budaya
Indonesia dengan menggelar wayang kulit ini. “Ini sesuatu yang perlu disyukuri Kabupaten
Trenggalek memiliki
kemajuan, tetapi tidak lupa dengan tradisi. Meskipun maju, tetapi tradisi tidak
ditinggal. Wayang kulit ini harus terus dilaksanakan setiap tahunnya,”Imbuhnya