Untuk
menggali potensi bahan baku lokal guna memwujudkan ketersediaan pangan
diwilayah sebagai pangan alternatif pengganti beras dan mengurangi
ketergantungan masyarakat terhadap kedelai. Selasa, 15 September 2015 bertempat
di Aula BKD Trenggalek, Kantor Ketahanan Pangan Kab. Trenggalek telah menggelar
Pelatihan Manajemen Pengembangan Ketersediaan Pangan Berbasis Non Beras
(Umbi-umbian) dan Non Kedelai (Kacang-kacangan). Pada pelatihan tersebut di
hadiri oleh Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kab. Trenggalek, Narasumber dari
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Prov. Jatim dan peserta dari seluruh Kecamatan se Kab.
Trenggalek.
Pada
kesempatan ini, Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan
tersebut bertujuan guna menambah wawasan peserta dalam mengembangkan
ketersediaan Pangan Berbasis Non Beras (Umbi-umbian) dan Non Kedelai
(Kacang-kacangan) serta sebisa mungkin mengurangi impor kedelai.”Ungkapnya
Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kab. Trenggalek sekaligus membuka kegiatan tersebut dalam sambutannya mengatakan di Indonesia, peran tepung gandum sudah sangat dominan. Oleh sebab itu pengembangan umbi-umbian sebagai pangan lokal diharapkan mampu mengurangi impor gandum, sekaligus menjadi komponen pangan fungsional yang diyakini bisa meningkatkan posisi umbi-umbian.
Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kab. Trenggalek sekaligus membuka kegiatan tersebut dalam sambutannya mengatakan di Indonesia, peran tepung gandum sudah sangat dominan. Oleh sebab itu pengembangan umbi-umbian sebagai pangan lokal diharapkan mampu mengurangi impor gandum, sekaligus menjadi komponen pangan fungsional yang diyakini bisa meningkatkan posisi umbi-umbian.
Lebih
lanjut, Salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap pangan impor dapat
dilakukan dengan pengembangan sumber karbohidrat non beras. Terkait dengan
pengembangan sumber karbohidrat non beras, Kabupaten Trenggalek merupakan
daerah yang mempunyai potensi untuk pengembangan umbi-umbian. Untuk peningkatan
produksi umbi-umbian di daerah sejauh ini sudah dilakukan oleh masyarakat dan
Tim Penggerak PKK (Hibah umbi-umbian masing-masing 4 Desa di 2 Kecamatan yang
sudah diberikan pada tahun 2014 dan 2015).
Dalam
pelaksanaan pelatihan ini saya berharap peserta
mendapatkan informasi secara lebih detail tentang Manajemen pengembangan
ketersediaan pangan berbasis non beras dan non kedelai.”Imbuhnya