Dengan hilangnya jembatan Rela desa Margomulyo Kecamatan Watulimo yang menghubungkan Margomulyo utara dengan Margomulyo selatan pada tahun 2006 karena bencana banjir bandang , menyebabkan hubungan antar kedua dukuh tersebut terganggu,utamanya bagi pengguna jembatan tersebut untuk kegiatan ekonomi maupun perjalanan menuju tempat pendidikan atau sekolahan,merekan harus berputar sejauh 2 km menuju tempat tujuan,jembatan ini merupakan roh penghidupan bagi masyarakat desa Margomulyo demikian antara lain laporan yang disampaikan Kamali Ali SH Kepala Desa Margomulyo Kecamatan Watulimo dala acara peletakan batu pertama pembangunan jembatan Rela pada tanggal 18 Agustus 2015 di desa Margomulyo Kecamatan Watulimo. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pemerintah daerah yang telah menggelontorkan dana sebesar 4 milyard lebih guna membangun jembatan Rela yang panjangnya 39 m serta lebarnya 4,5 m tersebut. Hadir dalam acara tersebut Bupati Trenggalek yang didampingi Kepala SKPD ,Muspika Kecamatan Watulimo serta warga masyarakat setempat.
Sebagaimana kita ketahui,kondisi jembatan Rela desa Margomulyo Kecamatan Watulimo sebelumnya mengalami putus total akibat bencana alam banjir pada tahun 2006 lalu. Dengan rusaknya jembatan tersebut mobilitas masyarakat desa tersebut dan desa tetangga serta Kecamatan Watulimo pada umumnya menjadi terganggu,baik dari segi ekonomi maupun sosial. Lebih lanjut Bupati menghimbau kepada warga masyarakat, untuk ikut berpartisipasi dan mendukung pembangunan jembatan tersebut sehingga dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu dengan spesifikasi yang direncanakan. Sebaik apapun jenis bangunan tanpa adanya kepedulian masyarakat untuk menjaga dan memelihara,maka dapat dipastikan bangunan tersebut akan cepat rusak.