Setelah dilounching 13 Desember 2013 oleh Bupati Dr.Ir. Mulyadi
WR, MMT pemerintah Kabupaten Trenggalek benar – benar getol untuk
mensosialisasikan Kabupaten Trenggalek sebagai Kabupaten Layak Anak ( KLA ).
Seperti yang pernah disampaikan Bupati untuk
mewujudkan Kabupaten Layak Anak, maka Pemerintah Kabupaten akan melakukan
berbagai upaya pengintegrasian isu – isu perlindungan anak ke dalam dokumen
perencanaan pembangunan serta semua stakeholder mengambil peran dalam mewujudkan
Trenggalek Kabupaten Layak Anak.
Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan komitmen
pemerintah, masyarakat dan dunia usaha di Kabupaten/Kota dalam upaya mewujudkan
pembangunan yang responsif terhadap hak, kebutuhan dan kepentingan terbaik bagi
anak.
Sejak awal di lounching Bupati mengajak kepada semua pihak agar saling bahu membahu dan bergotong
royong berperan dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak
di Kabupaten Trenggalek,hal ini merupakan upaya pemenuhan hak anak untuk mewujudkan anak Trenggalek yang
sehat, cerdas, berkualitas dan berakhlak mulia serta terhindar dari
diskriminasi dan kekerasan.
Ajakan dan harapan tersebut akhirnya menuai hasil yang tidak
sia – sia dengan diraihnya penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak yang
diserahkan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana
Kepresidenan Bogor Selasa, 11 Agustus 2015. Hal ini membuktikan program yang diharapkan Bupati telah berjalan dengan baik.
Menurut
orang nomor satu di Trenggalek ini anak merupakan aset yang sangat penting
sebagai generasi penerus masa depan bangsa, penentu kualitas sumber daya
manusia (SDM) Indonesia yang akan menjadi pilar utama pembangunan nasional,
karena itu perlu mendapat perlindungan dan perhatian sungguh – sungguh dari
semua elemen masyarakat dalam bentuk langkah nyata bagi pemenuhan hak – hak
anak serta perlindungan untuk menjamin agar tumbuh, berkembang dan
berpartisipasi optimal dalam pembangunan.
“Peran
orang tua sangatlah besar karena mereka merupakan pendamping dan pengasuh
tumbuh kembang anak, penanaman karakter sejak dini, dan melaksanakan pendidikan
in formal dalam keluarga, serta peran lingkungan masyarakat juga sangat penting
karena pembentuk nilai yang ikut membangun norma dan karakter,” terangnya.
Lebih
lanjut disampaikan bahwa
penghargaan yang diraih ini
merupakan kerja keras dari seluruh pemangku kewajiban anak dan pemangku
kepentingan anak di Kabupaten Trenggalek.” Sesuai evaluasi tim independen mitra
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia,
permasalahan yang muncul di Kabupaten Trenggalek lebih banyak disebabkan oleh
lingkungan keluarga yang kurang peduli kepada anak, oleh karena itu perjalanan
panjang untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak harus tetap digelorakan dan
digiatkan oleh semua komponen sehingga anak bisa tumbuh dan berkembang dengan
optimal.
