Kemeriahan dan antusias
warga Munjungan pun terlihat ketika kunjungan Menteri Pertanian melewati jalur darat untuk menyapa
seluruh warga menjungan dari dekat. Tak ketinggalan pertunjukan marching band
dari siswa siswi SD di Kecamatan munjungan dan kesenian asli Trenggalek Jaranan Turunggo
Yakso di sajikan untuk menghibur Menteri
beserta rombongan.
Sebelum acara dimulai menteri
pertanian beserta robongan melakukan pemotongan padi Hibrida secara simbolis di
areal persawahan yang telah disiapkan dilanjutkan dengan penanaman kedelai dan
peninjauan lokasi pembelian gabahhasil panen.
Bupati Trenggalek DR.Ir.
Mulyadi WR, MMT dalam sambutannya, mewakili seluruh jajaran Pemkab Trenggalek
mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar – besarnya atas waktu
dan kesempatan yang diberikan sehingga Mentan bisa hadir dan berkunjung ke
Kabupaten Trenggalek untuk menghadiri panen raya padi di Kecamatan Munjungan.
“ Semangat masyarakat
Trenggalek khususnya masyarakat Munjungan menyambut kedatangan menteri
pertanian merupakan wujud semangat petani Trenggalek untuk serius dalam mewujudkan
swasembada pangan tanpa impor beras,” terang Bupat
“ luas areal persawahan di
kabupaten Trenggalek yang hanya sekitar 12.000 Hektare telah mampu mencukupi
kebutuhan penduduk Kabupaten Trenggalek yang sekitar 700 ribu jiwa, hal ini
dikarenakan hampir seluruh persawahan menghasilkan padi yang memuaskan seperti
yang barusan dipanen ini, hal ini juga tak lepas berkat bantuan para kelompok
tani, para penyuluh pertanian , Babinsa yang
telah berjuang mendampingi para petani ,”imbuh Mulyadi
Menanggapi hal yang
disampaikan Bupati Mentan Andi Amran Sulaiman menjawab sejak Bapak presiden Joko
widodo melantik saya sebagai menteri pertanian, presiden memberikan instruksi
langsung kepada saya beserta jajaran di lingkup kemetrian pertanian untuk memperhatikan
para petani dengan turun ke lapangan untuk melakukan diskusi . “ sejak itu pula
pemerintah bertekad untuk menutup impor beras dan mewujudkan swasembada
nasional , tegas Amran.
Untuk mengantisipasi
kekeringan pihaknya telah membangun irigasi tersier dan normalisasi sunter
untuk lebih dari tiga juta hektare lahan pertanian se- Indonesia. “ juga ada
distribusi 4 ribu unit pompa air, pipanisasi, mentan pun akan mengusahakan
pembangunan embung – embung baru,”
imbuhnya.
Tidak lupa mentan
mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur di daerah telah mendukung upaya
menuju swasembada pangan, sehingga dengan koordinasi yang baik target ini bisa
segera tercapai. “ Kita harus bekerja keras untuk mencapai tujuan ini,” pungkas
mentan