Drs.
Mufti Ahmadi Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kab. Trenggalek
dalam laporannya menyampaikan sebagai wujud komitmen untuk memberi perlindungan
kepada anak bangsa, Pemerintah pusat telah meratifikasi konvensi berdasarkan
ILO No. 138 mengenai usia minimum untuk diperbolehkan bekerja dan konvensi ILO
No. 182 mengenai pelarangan dan tindakan segera penghapusan bentuk – bentuk
pekerjaan terburuk untuk anak. Bahwa pelaksanaan PPA-PKH di Kabupaten Trenggalek tahun
ini dilaksanakan selama 28 hari mulai tanggal 9 Juni lalu S/d 6 Juli 2015 dan
jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah 150 orang yang berasal dari seluruh
Kecamatan se Kavbupaten Trenggalek.”Ungkapnya
Sementara
itu, Dr. Ir. H. Mulyadi WR.MMT Bupati Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan
bahwa “Program
PPA-PKH ini dirancang sebagai program yang terintegrasi dengan Program Keluarga
Harapan (PKH) yang dilaksanakan Disnakertrasos Trenggalek. Kegiatan ini ke depan
diharapkan dapat mendorong anak untuk kembali ke dunia pendidikan melalui
berbagai program yang ada pada instansi terkait. “Keberhasilan menarik 150
anak yang berasal dari 14 Kecamatan se Kabupaten Trenggalek ini diharapkan dapat menjadi
motivasi tersendiri bagi jajaran Disnakertrasos Trenggalek untuk meningkatkan kualitas program
agar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya secara nyata oleh anak-anak kita
yang putus sekolah. Selama
satu bulan itu peserta PPA-PKH telah mendapatkan pembinaan dengan meteri
akademis, non akademis, pemberian motovasi. Diharapkan, kepada seluruh
peserta agar semua ilmu yang didapatkannya selama masa pendampingan di Shelter,
bisa bermanfaat untuk memperbaiki masa depan dan meraih impian yang
dicita-citakannya.”Ujarnya
Lebih lanjut, Bupati berharap
melalui PPA-PKH ini secara bertahap akan dapat mengurangi jumlah pekerja anak
yang berasal dari Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dan putus sekolah melalui
pendampingan dikembalikan ke dunia pendidikan. Program PPA-PKH diharapkan dapat
mengurangi jumlah pekerja anak terutama yang bekerja pada jenis pekerjaan
terburuk untuk anak dan Saya juga berharap agar
anak-anak dapat memanfaatkan kesempatan yang baik ini dengan sungguh-sungguh
untuk kembali kedunia pendidikan, sehingga kelak dapat menjadi generasi penerus
yang berkualitas yang pada akhirnya dapat mengurangi kemiskinan. Hal-hal yang baik dan segala ilmu yang diterima selama
pendampingan di shelter, supaya diteruskan dan diamalkan di lingkungan keluarga
dan dalam kehidupan sehari-hari.”Imbuhnya