Guna
mensinkronkan tindakan ke depan mengenai Upaya Khusus (Upsus) Peningkatan Produksi
Padi, Jagung dan Kedelai. Jum’at 10 Juli 2015 bertempat di Pendopo “Manggala Praja Nugraha” Pemerintah Kabupaten
Trenggalek melalui Dinas
Pertanian Kehutanan dan Perkebunan
Trenggalek
menggelar Rapat
Koordinasi Pelaksanaan Upsus Padi Jagung Dan Kedelai Di Trenggalek. Acara tersebut dihadiri oleh Dr. Ir. H.
Mulyadi. WR.MMT Bupati
Trenggalek,
Kapolres Trenggalek, Kasdim 0806 Trenggalek, Sekda Trenggalek beserta Para
Kepala SKPD Lingkup Pemkab. Trenggalek, Kapolsek serta Dan Ramil se-Kabupaten
Trenggalek
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan
Perkebunan Trenggalek
dalam laporannya mengatakan bahwa
dengan kegiatan yang dilaksanakan ini menjadi leading sector, akan membahas
terkait upaya khusus dalam peningkatan padi, jagung dan kedelai. Swasembada di
wilayah Kabupaten Trenggalek
ini akan dikawal oleh pihak Kodim 0806 dan Polres Trenggalek. sehingga diharapkan
kerjasama ini berdampak pada percepatan peningkatan produksi ketahanan pangan
di Kabupaten Trenggalek.”Ungkapnya
Sementara itu, Bupati Trenggalek Dr. Ir. H. Mulyadi. WR.MMT sekaligus
membuka rakor tersebut dalam sambutannya menyampaikan bahwa Dalam upaya mengupayakan
swasembada pangan msyarakat Pemerintah mencanangkan kegiatan Upsus Pajale,
(Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai). Kegiatan
ini merupakan upaya peningkatan
produktivitas dan produksi tanaman pangan terutama padi, jagung dan kedelai
dengan dukungan kegiatan pada sarana dan prasrana pendukungnya. Dengan
keterpaduan kegiatan ini diharapkan nantinya upaya peningkatan produktivitas
dan produksi tanaman padi, jagung dan kedelai dapat tercapai sesuai target yang
diharapkan. Kabupaten
Trenggalek pada tahun 2015 ini menargetkan luas panen tanaman padi 28.603 ha
dengan produktivitas 64,48 Ku/ha dan produksi 184.441 ton. Tanaman jagung luas panen
17.058 ha, produktivitas 53,8 ku/ha dan produksi 91.777 ton. Tanaman kedelai
luas panen 5.950 ha produktivitas 15,93 ku/ha dan produksi 9.479 ton.”Ujarnya
Selain
itu, Dalam
pelaksanaan kegiatan pengelolaan peningkatan produktivitas dan produksi tanaman
pangan (Padi, jagung dan Kedelai) pada tahun ini diharapkan mendapat dukungan
semua pihak, mulai dari petani, sebagai pelaksana kegiatan, petugas pertanian
baik mantra tani, penyuluh dan pengamat hama, juga dinas pertanian kabupaten,
dukungan dari perangkat desa dan kecamatan, juga dukungan dari kepolisian dan
TNI. Dalam pelaksanaanya tentunya ada aturan yang harus dipahami bersama,
sehingga kebersamaan semua pihak akan membuat keberhasilan kegiatan.