Kenaikan
harga pada beberapa sembako jelang ramadhan membuat Pemerintah Kabupaten
Trenggalek kuatir terjadi kelangkaan pasokan sembako di pasar. Untuk
mengetahui perkembangan tersebut Rabu 24/6/15 Bupati Trenggalek Dr. Ir.
H. Mulyadi WR MMT beserta rombongan menggelar
sidak pasar di Pasar Pon, Pasar Basah Trenggalek dan Pasar Kecamatan Karangan.
Dari sidak atau hasil pantauan di pasar tersebut mendapati harga sembako tidak terlalu
mengalami kenaikan harga dan pasokan barang masih stabil.
Kegiatan sidak pasar ini dilakukan bertujuan untuk memantau / monitoring harga
sembako, menjaga kondisi stabilitas ketersediaan dan harga bahan pangan
(sembako) yang dimaksudkan untuk mengontrol, mengawasi kenaikan harga yang
biasanya terjadi menjelang perayaan hari- hari besar seperti puasa ramadhan dan
lebaran.
Dalam sidak kali ini di adakan operasi pasar dengan menggelar pasar murah yang
di khususkan untuk melihat harga 3 jenis sembako yaitu Beras, Gula dan minyak
Goreng. Berdasarkan sidak yang dilakukan harga 5kg beras premium Rp. 42.500,
gula premium Rp 11.500 per-kilogram, sedangkan minyak goreng Rp. 10.000,- perliter.
Kenaikan harga sembako biasa terjadi akibat biaya distribusi yang
relatif tinggi oleh karena itu pemerintah provinsi Jawa Timur
mengantisipasinya dengan pemberian subsidi biaya angkut. Dengan demikian
diharapkan harga sembako tetap relatif stabil dan tidak mengalami kenaikan,
stokpun diharapkan juga tetap bisa berjalan dengan lancar.
Bupati menghimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan juga tidak melakukan aksi borong kebutuhan bahan pokok, hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi kenaikan harga dan tetap tersediannya stok barang.*(hms)