Dalam rangka menyusun kebijakan dan perencanaan
pembangunan di bidang pangan dan gizi, baik jangka pendek, menengah maupun
jangka panjang diperlukan ketersediaan dan hasil analisa data khususnya data
yang terkait dengan pola konsumsi kebutuhan pangan yang akurat dan up to
date. Rabu, 3 Juni 2015 bertempat di Aula BBI Kab. Trenggalek Kantor Ketahanan
Pangan Kab. Trenggalek menyelenggarakan acara Pembekalan Enumerator Survey
Konsumsi Pangan Wilayah Berbasis Pola Pangan Harapan (PPH). Acara tersebut
dihadiri oleh Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kab. Trenggalek, Nara Sumber Dari
Dinas Kesehatan Kab. Trenggalek dan Para Peserta Pembekalan yang terdiri dari para
petugas Gizi Kecamatan Se Kab. Trenggalek.
Pada Kesempatan ini, Mahmudi, SP selaku Ketua Panitia
dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam melaksanakan survey Konsumsi Pangan
Wilayah Berbasis Pola Pangan Harapan ini Kantor Ketahanan Pangan Kab.
Trenggalek bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Ahli Gizi sebagai petugas
survey enumator, sehingga diharapkan dapat menggali data yang akurat dari
responden tentang apa yang dikonsumsi dalam waktu 1x24 jam survey. Kegiatan
ini bertujuan untuk mengumpulkan data karakteristik demografi, ekonomi dan pola
konsumsi masyarakat Kab. Trenggalek dan menganalisa pola konsumsi, proyeksi
kebutuhan dan target penyediaan pangan wilayah Kab. Trenggalek. Sasaran
kegiatan survey konsumsi ini adalah di 14 Kecamatan, di 42 Desa dan 420
responden se – Kabupaten Trenggalek.”Ungkapnya
Sementara itu, Ir. Nurhadi Setiyono, M.Si Kepala
Kantor Ketahanan Pangan Kab. Trenggalek sekaligus membuka kegiatan tersebut
dalam sambutannya mengatakan pangan dan gizi merupakan salah satu unsur yang
sangat penting dan strategis dalam meningkatkan SDM yang berkualitas. Oleh
karenannya untuk menyusun kebijakan perencanaan pembangunan dibidang pangan dan
gizi, diperlukan informasi yang akurat untuk mewujudkan pola pangan harapan
(PPH).
Lebih lanjut, komposisi susunan pangan atau kelompok
pangan yang didasarkan pada kontribusi energinya yang memenuhi kebutuhan gizi secara kuantitas, kualitas maupun
keragamannya dengan mempertimbangkan
aspek social, ekonomi, budaya, agama dan cita rasa.
Pola Pangan Harapan (PPH) mencerminkan susunan
konsumsi pangan anjuran untuk hidup sehat, aktif dan produktif, dimana setiap
tahunnya skor PPH di Kab. Trenggalek ini selalu meningkat. Tahun 2012 kita baru
mencapai skor pola pangan harapan sekitar 84,5 tahun 2013 mengalami peningkatan
menjadi 85,9 dan tahun 2014 meningkat sampai kisaran 89,4. Dengan
penganekaragaman konsumsi pangan diharapkan mampu mewujudkan percepatan
pelaksanaan penganekaragaman pangan yang berbasis sumberdaya lokal, beragam,
bergizi, seimbang, aman dalam jumlah dan komposisi yang cukup guna memenuhi
kebutuhan gizi untuk mendukung hidup
sehat, aktif dan produktif.” Imbuhnya