Drs. Abdul Hadi, AR, MM Wakil
ketua I FKUB Prov. Jatim dalam sambutannya menyampaikan di antara persoalan
yang muncul di negeri kita pada era reformasi sekarang ini adalah adanya bahaya
disintegritas.gejala yang menunjukkan ancaman disintegritas ini muncul dalam
berbagai bentuk seperti terjadinya konflik horizontal di beberapa tempat
biasanya berkaittan dengan faktor ekonomi, politik, budaya dan agama. Oleh karena
itu, kondisi yang kurang kondusif tersebut harus dihentikan, karena dapat
menghambat upaya kita dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan yakni mengantarkan
Indonesia bangsa yang maju, sejahtera, dan bermartabat.
Dalam kesempatan ini Bupati
Trenggalek menjelaskan kepada Abdul Hadi bahwa kerukunan umat beragama di Kabupaten
Trenggalek saat ini dalam kondisi kondusif dan harmonis. “Kesadaran umat dan
keterlibatan aktif pemerintah Kabupaten Trenggalek dalam memfasilitasi dan
mendorong dialog – dialog dan kerjasama antar umat beragama secara terus-menerus sehingga kerukunan umat
beragama di kota ini bisa terwujud,” ungkap Mulyadi.
Pemerintah Kabupaten juga
tidak bekerja sendiri, dalam menjalankan tugasanya juga dibantu oleh kantor
Kementrian Agama Kabupaten Trenggalek sebagai instansi yang melaksanakan
sebagian tugas umum pemerintahan di bidang agama.
Bupati berharap forum
kerukunan umat beragama ini memiliki fungsi untuk memelihara kerukunan umat
beragama, memberdayakan umat beragama, hendaknya melalui kegiatan silaturrohmi
ini mampu merumuskan masukan tentang langkah – langkah kebijakan yang
mensinergikan program pemerintah daerah dalam hal pembinaan, pengawasan dan
pemberdayaan FKUB Kabupaten Trenggalek.