Selasa,
16 Juni 2015 bertempat di Pendopo “Manggala Praja Nugraha” telah
diselenggarakan Audiensi Forkopimda Kabupaten Trenggalek Dengan Tokoh
Masyarakat, Tokoh Agama Dalam Rangka Cipta Kamtibmas Yang Kondusif Untuk
Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1436 H Tahun 2015. Acara tersebut dihadiri oleh
Dr. Ir. H. Mulyadi WR.MMT Bupati Trenggalek beserta Wakil Bupati Trenggalek,
Ketua DPRD Kab. Trenggalek, Para Anggota Forkopimda Trenggalek, Para Kepala
SKPD Lingkup Pemkab. Trenggalek, Ketua Partai Politik se Kab. Tenggalek, Para
Camat dan Muspika se Kab. Trenggalek, Para Tokoh Agama dan OKOH Masyarakat Kab.
Trenggalek serta Ketua Ormas/LSM/ Dari
unsur agama dan pemuda se Kab. Trenggalek.
Pada
kesempatan ini, Dr. Ir. H. Mulyadi WR.MMT Bupati Trenggalek sekaligus membuka
acara tersebut dalam sambutannya menyampaikan dalam Menyambut Bulan Suci
Ramadhan 1436 H ini kita terus mewaspadai potensi munculnya berbagai konflik
sosial, meskipun di Kabupaten Trenggalek selama ini tidak pernah ada masalah
yang mencolok terkait dengan konflik sosial di masyarakat. Namun demikian, kita
tidak boleh lengah dan lali untuk selalu meningkatkan kewaspadaan agar situasi
dan kondisi yang kondusif ini tetap terjaga dan terpelihara dengan baik. Munculnya
gerakan – gerakan radikal di berbagai daerah menuntut kita untuk senantiasa
melakukan langkah – langkah startegis, dalam menghambat penyebaran faham dan
ideologi radikal tersebut di masyarakat khususnya di Kabupaten Trenggalek. Oleh
karena itulah mari kita tingkatkan komunikasi dan koordinasi kepada semua
elemen masyarakt dan pemerintah tentang faham atau ideologi radikal serta
munculnya gerakan radikal karena sangat membahayakan keberlangsungan hidup
bangsa Indonesia dan keutuhan NKRI.”Ungkapnya
Lebih
lanjut, Bupati menambahkan bahwa di Tahun 2015 ini, ada 19 Kepala Daerah dan
Wakil Kepala Daerah yang akan berakhir masa jabatannya pada Tahun ini atau
sampai awal Tahun 2016 nanti. Sehingga penyelenggaraan pemilihan umum Kepala
Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara langsung akan diselenggarakan secara
serentak di 19 Kabupaten/Kota di Jawa Timur pada akhir 2015 ini. Termasuk salah
satu adalah Kabupaten Trenggalek. Penyelenggaraan Pilkada perlu mendapatkan
perhatian dan kewaspadaan kita karena pilkada secara serentak tersebut
merupakan pengalaman pertama, sehingga harus diantisipasi berbagai kemungkinan
yang akan timbul. Dalam hal antisipasi munculnya konflik dampak dari
Penyelenggaraan Pilkada tersebut, maka perlu kiranya Pemerintah Kabupaten
Trenggalek untuk melakukan pemetaan terhadap daerah – daerah rawan konflik di
Kabupaten Trenggalek.”Imbuhnya
Acara dilanjutkan penyampaian materi dari Polres dan Kodim 0806 Trenggalek.