Dengan
Keimanan serta ketaqwaan, secara Horizontal membuktikan bahwa kekuatan besar
Islam ada pada yang terbaik. Sementara secara vertikal status sosial baik
secara ekonomi maupun kepemimpinan umat Islam harus lebih tinggi serta sudah
saatnya Islam harus tampil dalam kemajuan di bidang ilmu pengetahuan,
teknologi, dan kepemimpinan. Rabu, 6 Mei 2015 bertempat di Pendopo “Manggala Praja
Nugraha” telah diselenggarakan Pengajian dalam rangka Peringatan Isra Mi’raj
Nabi Muhammad SAW 1436 H/2015 M dan Pengukuhan Pengurus MUI, Dewan Masjid (DMI)
Kecamatan se Kabupaten Trenggalek Masa Khidmat 2015-2020. Acara pengajian
tersebut dihadiri oleh Bupati Trenggalek ,
Kepala SKPD
lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek beserta staf,
Pengurus MUI Kabupaten
Trenggalek dan Pengurus Dewan Masjid Indonesia
(DMI) Kabupaten Trenggalek.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Ir. H. Mulyadi WR.MMT Bupati
Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan Isra’ Mi’raj merupakan salah satu sejarah kenabian yang paling agung yang dialami
Nabi Muhammad SAW yang dipersiapkan Allah untuk mempertebal keimanan dan ketabahannya sebagai persiapan menghadapi berbagai
tantangan dan cobaan selama berdakwah. Peristiwa isra’ mi’raj menurut kaum yang
mengabaikan dan mengesampingkan bimbingan wahyu, yaitu kaum empiris dan
rasionalis, sulit mempercayai dan meyakini peristiwa tersebut, karena disamping
berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, juga sulit diterima secara akal
dan tidak sesuai dengan hukum alam dan bahkan tidak bisa dibuktikan dengan
patokan-patokan logika. Sebagai seorang mukmin, pendekatan yang paling tepat
dan sederhana, tidak memerlukan kajian teori untuk dapat memahaminya cukup
dengan pendekatan “imaniy “ (keimanan) sebagaimana yang dicontohkan sahabat Abu
Bakar Al-Shidiq RA yang tergambar dalam ucapanya “Apabila Muhammad yang
memberitakanya pastilah benar”.”Ungkapnya
Selain itu, Bupati juga menambahkan Dalam
penjelasan surat Al-Isra’ banyak petunjuk untuk membina dan membangun
masyarakat seutuhnya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karenanya, kepada
pengurus MUI dan DMI yang baru dikukuhkan kami ucapkan selamat dan tidak terlalu membanggakan diri karena ini
merupakan amanat, mau membekali diri dengan berbagai pengetahuan dengan tetap
mempertahankan ajaran ulama terdahulu dan kearifan lokal, seiring dengan
tantangan globalisasi dan munculnya aliran radikal dalam islam, dalam upaya
menghancurkan persaudaraan sesama muslim. Dengan kegiatan Isra’ mi’raj yang dirangkai
dengan pengukuhan MUI dan DMI Kecamatan ada beberapa hal yang dapat kita petik
dan kita jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari diantaranya Sholat dalam
arti luas merupakan dasar-dasar pembangunan, terutama pembangunan diri
dan kepribadian, sekaligus dapat menjadi tolok ukur kepribadian dan budi
pekerti seseorang. Pelaksanaan sholat yang sudah ditentukan waktu dan syarat
rukunya memerintahkan kita untuk selalu menegakkan kedisiplinan dan Arah kiblat
yang sama dalam sholat memberikan pelajaran untuk tidak membeda-bedakan aliran
agama dalam islam.
Adapun hikmah Isra' Mi'raj disampaikan oleh KH.Drs Asfiya' Hamida dari Nganjuk.