Bupati Trenggalek, Wakil Bupati, forkopimda , ketua DPRD, Adm Perhutani Kediri Selatan Rabu, 1 April 2015 bertempat di kawasan konservasi penanaman mangrove di pantai cengkrong di melakukan penanaman 6001 mangrove, pelepasan induk kerang dan pelepasan burung, bersama masyarakat yang dilaksanakan oleh Pokmaswas Kejung Samudra dibawah pembinaan Dinas Kelautan dan Perikanan.
Dalam sambutan Bupati Trenggalek menyampaikan perairan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan karunia Tuhan yang indah untuk dikelola dan dijaga kelestariannnya demi kelangsungan hidup generasi yang akan datang.
“ saya mengucapkan banyak terima kasih kepada POKMASWAS ( Kelompok masyarakat pengawas ) Kejung Samudera Desa karanggandu Kecamatan watulimo yang telah peduli terhadap pemulihan hutan mangrove di cengkrong,” ucap Bupati
Dengan di kelolanya kawasan mangrove dan dibangunnya jembatan kayu sebagai jembatan pantau pelestarian mangrove yang membentang sepanjang sekitar 500 meter di tengah tengah hutan bakau ini telah memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap pengembangan wisata di Kabupaten Trenggalek. Selain sebagai tempat wisata, konservasi wilayah pesisir berupa tanaman mangrove juga mempunyai fungsi utama untuk menjaga kelestarian ekosistem laut berupa ikan – ikan kecil, kepiting dan biota laut lainnya, sebagai mitigasi bencana alam laut dan prakiraan iklim laut, dan untuk menjaring pencemaran lingkungan dari tumpukan sampah atau degradasi lingkungan dari darat ke laut.
Di khir sambutannya Bupati tak lupa mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk turut menjaga tempat konservasi mangrove dan tempat wisata lainnya yang ada di daerah Prigi, Munjungan dan Panggul dengan semangat kekeluargaan dan kebersamaan demi menjaga kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan untuk keberlanjutan anak cucu kita.
Yuli sapaan akrab Kabag humas dan protocol Trenggalek menambahkan jika jembatan pantau yang terbuat dari kayu Balau sepanjang kurang lebih 500 meter dibuat sejak tahun 2012 sampai tahun 2014. “ tidak hanya sebagai tempat pemantauan saja, jembatan inipun juga bisa digunakan masyarakat umum untuk tempat foto preeweeding, berekreasi maupun menikmati hijaunya daun mangrove yang berada di kanan kiri jembatan”, Pungkasnya.