laman

Pantai Prigi - Kecamatan Watulimo Air Terjun Pelang - Kecamatan Panggul Pantai Karanggongso - Bagian Humas dan Protokol Kab. Trenggalek Jalan Lintas Selatan (JLS) - Kecamatan Watulimo Goa Lowo - Kecamatan Watulimo Pantai Pelang - Kecamatan Panggul Tradisi Longkangan di Pantai Blado - Kecamatan Munjungan

6 April 2015

Lestarikan alam di Pesisir Pantai, Bupati lakukan penanaman 6001 mangrove di Cengkrong

Kabupaten Trenggalek memiliki potensi sumberdaya alam cukup besar , di bidang pertambangan, pertanian, kelautan maupun wisata. Dilihat dari potensi kelautan dan perikanan Kabupaten Trenggalek memiliki panjang pantai 96 KM yang terbentang di Kecamatan Watulimo, Munjungan dan Panggul. Pulau – pulau kecil sebanyak 57 buah, diantaranya merupakan pulau terluar Indonesia yakni pulau Panekan di Kecamatan Munjungan dan Pulau Sekel di Kecamatan Watulimo. Termasuk di dalamnya kawasan hutan mangrove seluas 169,547 Ha, kawasan terumbu karang seluas 165 Ha.

Bupati Trenggalek, Wakil Bupati, forkopimda , ketua DPRD, Adm Perhutani Kediri Selatan Rabu, 1 April 2015 bertempat di kawasan konservasi penanaman mangrove di pantai cengkrong di melakukan penanaman 6001 mangrove, pelepasan induk kerang dan pelepasan burung, bersama masyarakat yang dilaksanakan oleh Pokmaswas Kejung Samudra dibawah pembinaan Dinas Kelautan dan Perikanan.

Dalam sambutan Bupati Trenggalek menyampaikan perairan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan karunia Tuhan yang indah untuk dikelola dan dijaga kelestariannnya demi kelangsungan hidup  generasi yang akan datang.

“ saya mengucapkan banyak terima kasih kepada POKMASWAS ( Kelompok masyarakat pengawas ) Kejung Samudera Desa karanggandu Kecamatan watulimo yang telah peduli  terhadap pemulihan hutan mangrove di cengkrong,” ucap Bupati

Dengan di kelolanya kawasan mangrove dan dibangunnya jembatan kayu sebagai jembatan pantau pelestarian mangrove yang membentang sepanjang sekitar 500 meter  di tengah tengah hutan bakau ini telah memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap pengembangan wisata di Kabupaten Trenggalek. Selain  sebagai tempat wisata, konservasi wilayah pesisir berupa tanaman mangrove juga mempunyai fungsi utama untuk menjaga kelestarian ekosistem laut berupa ikan – ikan kecil, kepiting  dan biota laut lainnya, sebagai mitigasi bencana alam laut dan prakiraan iklim laut, dan untuk menjaring pencemaran lingkungan dari tumpukan sampah atau degradasi lingkungan dari darat ke laut.

Di khir sambutannya Bupati tak lupa mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk turut menjaga tempat konservasi mangrove dan tempat wisata lainnya yang ada di daerah Prigi, Munjungan dan Panggul dengan semangat kekeluargaan dan kebersamaan demi menjaga kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan untuk keberlanjutan anak cucu kita.

Sementara itu Yuli priyanto kabag Humas dan Protokol  menceritakan, pada tahun 1998 kawasan ini pernah mengalami kerusakan berupa penebangan mangrove secara besar – besaran yang mengakibatkan kawasan tersebut menjadi gundul sebagaimana laporan ketua Pokmaswas Kejung Samudra. Dengan terjadinya kerusakan ini sejak tahun 2002 dinas kelautan dan perikanan Kabupaten Trenggalek bersama POKMASWAS Kejung Samudra menjadikan tempat ini sebagai tempat konservasi mangrove dengan melakukan beberapa terobosan yaitu penanaman mangrove secara besar-besaran, pelepasan induk ikan , udang, kepiting, dan penanaman cemara udang.



Yuli sapaan akrab Kabag humas dan protocol Trenggalek menambahkan jika jembatan pantau yang terbuat dari kayu Balau sepanjang kurang lebih 500 meter dibuat sejak tahun 2012 sampai tahun 2014. “ tidak hanya sebagai tempat pemantauan saja, jembatan inipun juga bisa digunakan masyarakat umum  untuk tempat  foto preeweeding, berekreasi maupun menikmati hijaunya daun mangrove yang berada  di kanan kiri jembatan”, Pungkasnya.

Komentar

Kumpulan Video Trenggalek

*) Untuk melihat video lain tentang Trenggalek klik menu daftar putar pada kiri atas video