Untuk
menggali potensi bahan baku lokal guna mewujudkan ketersediaan pangan diwilayah
sebagai pangan alternatif dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap
kedelai. Kamis, 16 April 2015 bertempat di Balai Benih Ikan (BBI) Trenggalek Kantor
Ketahanan Pangan Kab. Trenggalek telah menyelenggarakan Sosialisasi
Pengembangan Ketersediaan Pangan Berbasis Non Beras (Umbi-umbian) dan Non
Kedelai (Kacang-kacangan). Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Ketahanan
Pangan Kab. Trenggalek, Para Narasumber dari Balai Pengkajian Teknologi
Pertanian Prov. Jatim serta Para Peserta Sosialisasi.
Pada kesempatan ini, Ir. Nurhadi Setiyono, M.Si Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kab. Trenggalek sekaligus membuka kegiatan sosialisasi tersebut dalam sambutannya
menyampaikan untuk konsumsi masyarakat akan karbohidrat yang didominasi oleh
beras masih tinggi, dinilai pihak di wilayah sangat kaya akan sumber
karbohidrat non beras baik umbi-umbian maupun biji-bijian, akan tetapi
konsumsinya masih relatif kecil. Rendahnya angka konsumsi ini karena sebagian
besar sumber karbohidrat ini masih dikonsumsi dalam bentuk camilan atau makanan
ringan dan belum sebagai pangan altenatif pengganti beras.
Salah satu upaya mengurangi ketergantungan
terhadap pangan impor dapat dilakukan dengan pengembangan sumber karbohidrat
non beras, Kabupaten Trenggalek merupakan daerah yang mempunyai potensi untuk
pengembangan umbi-umbian. Pengembangan umbi-umbian diyakini dapat memberikan
kontribusi dalam mengatasi permasalahan, yakni konsumsi beras. Pengembangan
umbi-umbian ini memerlukan sentuhan teknologi untuk menghasilkan produk antara
berupa tepung yang lebih awet, mudah diolah untuk menghasilkan berbagai produk
serta untuk menjamin kontinuitas pasukan.”Ungkapnya
Selain itu, untuk menuju ketahanan pangan
diperlukan keberanian mengubah pola konsumsi dan melakukan diversifikasi
pangan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek tak pernah patah arang untuk terus
menjaga dan mempertahankan ketahanan pangan nasional, baik dengan manjamin
ketersediaan pasokan dan aksesibilitas pangan serta stabilisasi harga pangan di
dalam negeri.