Menurut laporan ketua panitia Ir. Joko Surono pada tahun 2015 peningkatan produk holtikultura yang mengalami peningkatan adalah buah durian mencapai kurang lebih 7100 Ton. “ Tujuan dari diselenggarakannya kontes ini tak lain adalah untuk menggali potensi-potensi buah lokal menjadi buah unggul nasional seperti yang telah kita miliki sebelumnya yaitu durian Ripto, dan 2 varietas unggul lainnnya seperti Durian Kunir Jiman Dan Durian Rindu yang sekarang ini telah dalam proses pengakuan sertifikat di kementrian pertanian,” Ungkap Joko.
Kriteria penilaian dalam kontes ini terdiri dari 5 aspek diantaranya aspek yang dilihat penampilan luar meliputi bobot buah, bentuk buah, warna kulit, dari penampilan dalam meliputi tekstur daging buah, serat daging buah, kematangan daging buah, warna daging buah, dari aspek pongge meliputi ketebalan daging, ukuran biji, aspek rasa meliputi tingkat kemanisan, aroma, umami, dan aspek keunikan bentuk buah durian.
Banyaknya jenis atau varietas durian yang tumbuh di Trenggalek dengan berbagai rasa, aroma, dan cita rasa yang berbeda merupakan cerminan terhadap potensi daerah sebagai aset kebanggaan bersama.
Dengan melihat potensi yang kita miliki maka pengembangan agrobisnis durian cukup menjanjikan karena harga jual yang lebih tinggi dan disukai masyarakat.
“ Konsumen pada umumnya lebih menyukai durian lokal asli Trenggalek dari pada durian import karena kekhasan rasa, aroma, warna dan ketebalan daging buah yang berbeda dengan durian dari Kabupaten lain,” terang Bupati
Setelah mengikuti penjurian yang ketat akhirnya Durian SLAMET dengan nama pemilik Slamet dari desa Watulimo Kecamatan Watulimo memperoleh peringkat pertama, Juara ke dua diraih Jauhadi dengan nama Buah BASHUDI dari desa Ngembel Kecamatan Watulimo, dan Juara tiga diraih R. BHASHORI dari Ds. Dukuh Kec. Watulimo dengan nama buah BASOKA.