Munculnya berbagai
masalah lingkungan tidak terlepas dari semakin memudarnya semangat gotong
royong. Kegiatan gotong royong merupakan warisan dari budaya leluhur yang
memiliki nilai-nilai kerukunan dan kekeluargaan dalam memecahkan berbagai
masalah. Seperti gotong royong jumat bersih yang rutin di laksanakan di Desa
Mlinjon Kecamatan Suruh. Kegaiatan ini diharapkan mampu mengurangi permasalahan
seperti kebersihan lingkungan. Jum’at 27 Februari 2015 bertempat di balai Desa
Mlinjon Kecamatan Suruh telah diadakan Gerakan Masal Kebersihan Lingkungan di
rumah tempat tinggal penduduk masing-masing secara serempak. Kegiatan yang
diawali dengan senam bersama dan ditandai dengan menabuh kentongan ini dihadiri oleh Bupati Tenggalek beserta Ny.
Penny Mulyadi dan Para Kepala SKPD Terkait, Camat Suruh, Muspika Kec. Suruh, Kades
Mlinjon serta para warga masyarakat Desa Mlinjon, Para PNS, Anggota TNI dan
Polsek Kecematan Suruh.
Drs. Agus Utoyo, Camat
Suruh dalam laporannya menyampaikan Kegiatan ini rutin. Dan akan dilakukan tiap
Jumat, agar warga sadar pentingnya menjaga untuk kebersihan lingkungan. Gerakan
Masal Jum’at Bersih ini juga dilakukan untuk menanggulangi penyakit demam
berdarah yang ada di Desa Mlinjon Kecamatan Suruh. Menurutnya, Jumat menjadi
hari yang cukup luang untuk melakukan kegiatan tersebut. "Semoga kegiatan
ini bisa dilakukan terus secara rutin, dan tidak hanya di Desa Mlinjon, tapi
juga di Desa lainnya." Kegiatan Jum'at bersih ini di antaranya berupa
pemberantasan sarang nyamuk serta Fogging (pengasapan) di seluruh rumah warga
masyarakat Desa Mlinjon.
Sementara itu, Dr. Ir.
H. Mulyadi WR.MMT Bupati Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam
rangka menciptakan lingkungan bersih di wilayah Kecamatan Suruh yang bebas dari
gangguan serangan Nyamuk Demam Berdarah serta menyikapi kondisi di wilayah
Kabupaten Trenggalek termasuk rawan penyakit demam berdarah.
Bupati juga mengajak
seluruh masyarakat supaya tetap menjaga kesehatan lingkungan, agar terhindar
dari penyakit berbahaya, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Untuk
itu, Bupati terus menghimbau warga masyarakat melaksanakan kegiatan Menutup
Menguras dan Mengubur (3M). Sebab kegiatan tersebut dapat meminimalkan
perkembangan nyamuk sebagai pembawa penyakit. Selain itu, lanjut bupati
kebersihan lingkungan harus dilakukan setiap minggu atau saat jumat bersih.
Bukan saja memperhatikan soal keindahan di desa/kelurahan melainkan faktor
penunjang kesehatan kiranya terus terpelihara. “Secara keseluruhan masyarakat
harus berperan aktif membersihkan dan menjaga kesehatan lingkungan, sebab jika
hanya sebagian saja maka sangat berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan,
seperti DBD akibat gigitan nyamuk.
Diharapkan dengan
adanya gerakan kerja bakti jum’at bersih yang diadakan akan dapat menghindari
adanya lingkungan yang kumuh dan sebaliknya akan menambah Keindahan lingkungan yang
menjadi kebutuhan dalam kehidupan kita, maka sepantasnya kita bersama-sama
memelihara lingkungan sekaligus mencintai lingkungan. Sasaran yang dibersihkan
meliputi sanitasi, fasilitas umum maupun tempat kebersihan lainnya. Kegiatan
ini disamping untuk menjaga agar Kabupaten
Trenggalek menjadi bersih, teduh dan nyaman serta juga untuk mewujudkan budaya
hidup bersih dan sehat bagi masyarakat termasuk di Desa Mlinjon Kecamatan Suruh.