Peringatan Hari Ulang Tahun ke 43 Korps Pegawai Republik
Indonesia (KORPRI) Tahun ini, di Kabupaten Trenggalek diperingati bersamaan
dengan peringatan Hari Ulang Tahun PGRI yang ke 69/Hari Guru Nasional tahun 2014. Bertempat di
Alon – alon Kabupaten Trenggalek,
pada Rabu 3 Desember 2014 ratusan anggota Korpri
dan PGRI tampak mengikuti upacara ini dengan khidmat. Hadir dalam kesempatan
tersebut Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Trenggalek yang juga bertindak sebagai
Inspektur Upacara, Dandim 0806 Trenggalek, Kapolres Trenggalek,
Sekretaris Daerah, Kepala SKPD lingkup Pemkab Trenggalek serta Ketua Tim
Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek dan Tamu undangan lain.
Pada peringatan HUT KORPRI ke 44 kali ini mengambil
tema “Memperkokoh Jiwa Korps, Profesionalitas dan Integritas Aparatur Sipil
Negara Sebagai Anggota Korpri Guna Mendukung Kepemimpinan Nasional Menuju
Bangsa Yang Maju, Sejahtera dan Bermartabat“. Sedangkan terkait dengan Hari Ulang Tahun PGRI
yang sedianya diperingati setiap tanggal 25 Nopember setiap tahunnya yang
juga merupakan Hari Guru Nasional yang mengambil
tema “Mewujudkan Revolusi Mental Melalui Penguatan Peran Strategis Guru”.
Dalam sambutannya Agung Suhendra SH,MH Ketua Pengadilan Negeri Trenggalek selaku Pembina Upacara "Sejak didirikan pada tanggal 29 November 1971,
Korpri telah menunjukkan peran dan tanggungjawabnya dalam memberikan pelayanan
kepada masyarakat, bangsa dan Negara. Sebagai organisasi yang mewadahi para
pegawai negeri sipil, Korpri telah melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dan
melayani keperluan masyarakat dalam berbagai bidang," sebutnya.
Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor
5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), organisasi Korpri akan
bertransformasi menjadi Korps Pegawai Aparatur Sipil Negara Republik Indonesia
(KORPS ASN RI) dengan tujuan menjaga kode etik profesi dan standar pelayanan
profesi Aparatur sipil Negara serta mewujudkan jiwa Korps Aparatur Sipil Negara
sebagai pemersatu bangsa.
"Untuk itu sebagai organisasi
yang merupakan bagian integral dari pemerintahan, saya minta fungsi-fungsi
sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara dapat
diwujudkan secara bertahap dengan tetap berpedoman pada amanat Panca Prasetya
Korpri. "Pada
HUT Korpri ini, saya berpesan kepada jajaran Korpri untuk bisa menjadi guru,
menjadi teladan bagi perubahan yang diharapkan oleh seluruh masyarakat,".Ungkapnya
"Saya juga berpesan kepada
jajaran Korpri untuk memahami dan melaksanakan penataan birokrasi yang
menjadikan birokrasi yang bersih, kompeten, dan mampu melayani masayarakat
dengan lebih cepat lagi. Percepat perubahan budaya kerja untuk seluruh anggota
Korpri menuju pola piker dan budaya kerja aparatur Negara yang lebih gigih,
cerdas, inovatif, dan tanggap terhadap dinamika perubahan lingkungan
strategis,"Imbuhnya
Berikan pelayanan birokrasi yang
makin cepat, makin akurat, makin murah dan makin baik. Tinggalkan mentalitas
priyayi atau penguasa. Jadilah birokrat yang melayani dan mengabdi dengan
sepenuh hati untuk kejayaan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Jaga kode etik
profesi. Pedomanilah sumpah jabatan. Pegang teguh komitmen Panca Prasetya
Korpri. Buktikan
kepada masyarakat bahwa integritas dan kinerja aparatur Negara semakin
berkualitas dan dapat dibanggakan. Perkuat koordinasi, integrasi dan sinergi
dalam rangka mempercepat pencapaian target pembangunan. Tinggalkan ego sektoral
dan ego kedaerahan.
Sementara itu, dalam HUT PGRI ini
juga berpesan agar menjadi guru bukanlah pengorbanan. Menjadi guru adalah
sebuah kehormatan. "Ibu
dan bapak guru telah memilih jalan terhormat, memilih hadir bersama anak-anak
kita, bersama para pemilik masa depan Indonesia. Ibu dan Bapak Guru telah
mewakili kita semua menyiapkan masa depan Indonesia. Mewakili seluruh bangsa
hadir di kelas, di lapangan, bahkan sebagian harus mengabdi dengan fasilitas ala
kadarnya demi mencerahkan dan membuat masa depan yang lebih baik untuk anak-
anak kita. Saya ingin menggaris bawahi bahwa persiapan masa depan bangsa dan
negara Indonesia ini dititipkan pada ibu dan bapak guru," paparnya