Dalam sambutannya ketua
panitia Ir.Joko Sorono bahwa sesuai dengan tema hari menanam pohon Indonesia tahun
2014 yaitu “ Hutan Lestari Untuk Mendukung Kedaulatan Pangan, Air dan Energy terbarukan”
hal itu mengandung maksud bahwa untuk mendorong
masyarakat ikut membangun ekosistem hutan, yang akan meningkatkan
kualitas lingkungan hidup yang lebih baik, sekaligus menyediakan bahan baku
bagi industri kehutanan dan menyerap karbon dioksida di udara, dalam rangka
ikut berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim.
Disampaikan pula bahwa
maksud dan tujuan diselenggarakan gerakan menanam 1 milyar pohon ini yaitu
sebagai sarana edukasi, peningkatan kepedulian kemampuan dan kemandirian
masyarakat akan pentingnya menanam dan memelihara pohon, untuk mengajak seluruh
lapisan masyarakat untuk melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon secara
berkelanjutan untuk mitigasi perubahan iklim dan merehabilitasi hutan dan lahan
serta untuk “ menambah tutupan lahan dan hutan guna mencegah banjir dan longsor
pada musim penghujan, kekeringan di musim kemarau, menyerap karbon dioksida,
serta penyediaan bahan baku industri pengolahan kayu, pangan dan energy,”
Terang Joko Surono.
Untuk mendukung pelaksanaan
gerakan One Billion Indonesian Trees ( OBIT ) di Kabupaten Trenggalek terdapat
tidak kurang dari 2. 350.000 batang kayu yang sudah ditanam juga yang masih
akan ditanam.
“ marilah kita menanam
pohon, jangan biarkan sejengkal tanahpun kosong, tanam dengan pohon apapun dan
nikmati hasilnya, jangan biarkan bumi kita gundul dan jangan sia-siakan karunia
pemberian Allah ini,” ajak Bupati.
Bupati juga mengingatkan meskipun
sekarang menebang dan menjual hasil hutannnya sendiri ( Hutan rakyat ) dengan
leluasa tanpa harus membawa surat – surat dokumen seperti dulu akan
tetapi harus tetap memperhatikan beberapa aspek yang menyangkut kelestarian
lingkungan. “ tebanglah kayu yang memang sudah waktunya panen, jangan menebang
kayu yang masih kecil yang nilai jualnya masih rendah,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya bupati
mengajak kepada seluruh masyarakat agar gemar menanam dan memelihara pohon ini
benar-benar tertanam dalam sanubari semua masyarakat tanpa terkecuali, sehingga
bumi Trenggalek ini menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat tanpa ada
ketakutan dan kekhawatiran akan seringnya terjadi bencana baik tanah longsor,
banjir maupun kekeringan.
Selesai memberikan
sambutannya Bupati Mulyadi menyempatkan memberikan bantuan trakor sayur, disel
air dan beberapa bibit pohon secara simbolis kepada para kelompok Tani Di
Trenggalek.