Di Indonesia ditemukan berbagai macam plasma nutfah yang salah satunya adalah sapi Galekan ( Sapi Asli Trenggalek ) , sapi ini berasal dari perkawinan Bos Indicus ( Zebu ) dan Bos Javanicus ( banteng ). Sapi ini tubuhnya berwarna coklat muda,coklat tua sampai merah bata kehitaman, pantat dan gelambir bagian pinggir berwarna coklat muda,ada garis hitam sepanjang punggungnya,tanduknya dan panjang sampai tahun 2014 ini populasinya tinggal 16 ekor. Sapi Galekan tersebut banyak dijumpai di Kecamatan Panggul yaitu di desa Panggul yang merupakan daerah landai dataran rendah berlahan kering dan desa Pringapus Kecamatan Dongko yang merupakan daerah pegunungan dataran sedang dan berlahan kering demikian antara lain sambutan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek Ir. Agung Jadmiko M.Si pada acara Rapat Koordinasi Penyelamatan Plasma Nutfah Sapi Galekan yang diselenggarakan pada tanggal 21 Oktober 2014 di Aula Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Loka Penelitian Sapi Potong Grati Pasuruhan, Fasilitator Promosi Balai Besar Insiminasi Buatan Singosari Malang,Kepala SKPD dan Petugas Lapangan Kecamatan dari Dinas Peternakan .
Lebih lanjut dikatakan berangkat dari populasinya yang tinggal sedikit itu kita harus mempertahankan bahkan harus kita kembangkan agar sapi Galekan tersebut tidak punah. Bagaimana cara agar populasi sapi Galekan tidak punah maka dinas Peternakaan mengundang nara sumber Dr,Ir Dicky Pamungkas M.Sc dari Grati Pasuruan dan Khairullah S.Pt untuk memberikan penjelasan serta wawasan kepada Dinas terkait agar populasi sapi Galekan bisa berkembang.
Ini adalah tugas kita semua bukan hanya dinas Peternakan saja oleh sebab itu kita harus bekerjasama dari semua pihak agar program penyelamatan plasma nutfah sapi Galekan ini bisa berhasil.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Kepala Loka Penelitian Sapi Potong Grati Pasuruan serta Fasilitator Promosi Balai Besar Insiminasi Buatan Singosari Malang.
