Sekretaris Daerah Kabupaten
Trenggalek Drs. Ali Mustofa M.Si, Senin, 27/10/14 bertempat di Convention Hall Bukit
Jaas Permai secara resmi membuka kegiatan pekan seni pelajar dan festival
karawitan tingkat sekolah dasar Kabupaten Trenggalek tahun 2014. Dalam pembukaan
tersebut dihadiri oleh anggota Forkopimda, Asisten Sekda, Kepala SKPD, Kepala
UDP, Pengawas, Kepala Sekolah se Kab. Trenggalek. Kegiatan pekan seni pelajar dan
festival karawitan bertujuan untuk mengembangkan bakat, minat, kreatifitas
serta potensi pelajar, sebagai wahana untuk menggali, memupuk bakat seni yang
mereka miliki, memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap kemampuan bakat
seni siswa dan sebagai sarana seleksi dalam menghadapi pekan seni pelajar provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas P & K Drs.
Kusprigianto, M.M, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan pekan seni
pelajar dan festival karawitan dilaksanakan selama 5 (lima) hari, tanggal 27
s.d 31 Oktober 2014. Jenis kegiatan lomba dalam pekan seni pelajar yang diikuti
siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA diantaranya lomba seni lukis, seni patung,
seni teater, seni tetembangan/panembromo, seni samroh, paduan suara, seni tari
dan baca puisi sedangkan untuk seni
karawitan diikuti oleh siswa SD/MI se Kab. Trenggalek.
Pada kesempatan ini Sekda Kab.
Trenggalek Drs. Ali Mustofa, M.Si, mengatakan bahwa berkesenian adalah cara terbaik untuk
mengembangkan kreatifitas, karena seseorang dapat mengekspresikan emosinya,
seni dapat mengembangkan aspek kognitif, sosial dan emosionalnya. Dengan membuat
karya seni, anak dapat mengembangkan imajinasi, mencoba berbagai cara baru,
menentukan ide-ide apa yang harus digunakan dan yang tidak digunakan. ”mencermati
dari berbagai manfaat seni, kiranya dapat disimpulkan bahwa sebenarnya seni
merupakan wahana yang tepat dalam membentuk karakter anak,” kata Sekda.
Di akhir sambutannya Sekda mengharapkan
kepada semua pihak, melalui kegiatan pekan seni pelajar dan festifal karawitan
ini hendakya dapat kita gunakan sebagai sarana untuk menjaga dan melestarikan
nilai – nilai luhur yang kita miliki sekaligus sebagai wahana untuk membentuk
karakter anak.