Alunan takbir, tahmid dan tahlil
menggema di masjid Agung Baiturrahman Kabupaten Trenggalek 5 oktober 2014. Sejak
pagi Ribuan umat islam larut dalam suasana khusyuk menjalani ibadah salat Idul
Adha. Sekitar pukul 06.15 salat Idul Adha di mulai dan bertindak sebagai imam
Kyai H. Mastur Ali, Hadir pula Bupati Trenggalek beserta istri, Wakil Bupati
Trenggalek, bersama anggota Forkopimda.
Drs. Akhmad Muntafa MH
selaku Khotib menyampaikan peringatan Idul Adha merupakan momentum bagi umat
muslim untuk berlatih iklas. “Setiap warga muslim yang sudah mampu secara
ekonomi, wajib untuk berkurban,”ungkapnya.
Perintah untuk berqurban merupakan perwujudan kerelaan dan kepasrahan dalam melaksanakan perintah Alloh dalam
upaya mendapatkan ridhonya meskipun sangat berat, sebagaimana dicontohkan oleh
Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah menyembelih putranya Isma’il AS,
pada masa sekarang cukup menyembelih kambing, domba atau sapi.
Bupati Trenggalek Dr. Ir.
Mulyadi WR, MMT dalam sambutannya menyampaikan kepada seluruh jamaah agar
meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim yang diperintah oleh Allah SWT. “penyembelihan
hewan qurban dapat meningkatkan kesadaran untuk meminimalisir sifat kurang
terpuji yang menempel pada diri manusia khususnya sifat hewaniyah”,terang
Bupati.
Seusai sholat Idul Adha 1435
H Bupati Trenggalek menyerahkan 47
ekor kambing dan 1 ekor sapi. Penyerahan secara simbolis 1 ekor sapi diberikan kepada
pengurus masjid agung dan selanjutnya 47 ekor kambing diserahkan kepada lembaga
dan kelompok-kelompok yang sudah terdaftar. Bupati juga berharap daging hewan
qurban ini nanti bisa sampai kepada masyarakat yang benar-benar kurang mampu
dan membutuhkan.