Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus berupaya meningkatkan
fasilitas pendidikan dengan memperbaiki, meremajakan gedung-gedung sekolah yang
sudah mengalami kerusakan, maupun pembangunan gedung baru. Salah satu gedung
sekolah baru yang dibangun adalah gedung Sekolah Luar Biasa Negeri ( SLBN) Trenggalek
di Kecamatan Kampak. Untuk melihat kondisi pembangunan gedung yang hampir
selesai dikerjakan, Rabu 1 Oktober 2014 Bupati Trenggalek didampingi Kepala
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabag Humas & Protokol dan Kasatpol PP Kab
Trengggalek, melakukan peninjauan pelaksanaan pembangunan gedung sekolah baru
tersebut. Sidak ini dimaksudkan untuk melihat kualitas bangunan gedung agar benar
– benar sesuai perencanaan dan harapan, serta dapat difungsikan secara
maksimal.
Menurut Keterangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs.
Kusprigianto, MM., pembangunan Gedung Sekolah Luar Biasa Negeri direncanakan selesai
tanggal 20 Oktober 2014, gedung ini memiliki
9 ruang yang terdiri dari 6 ruang kelas, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang
guru dan 1 ruang tata usaha. Gedung SLBN Trenggalek ini nantinya diharapkan
dapat mengcover kebutuhan pendidikan bagi anak – anak berkebutuhan khusus,
terutama anak – anak yang berada di wilayah Kecamatan Kampak, Munjungan ,
Watulimo dan sekitarnya. “ ke depan akan dibangun asrama, sehingga anak-anak
yang berasal dari daerah jauh bisa tinggal di asrama” kata Kusprigianto.
Selesai sidak gedung SLBN Trenggalek dilanjutkan sidak ke SMP
Negeri 1 Kampak untuk melihat proses kegiatan belajar mengajar. Di SMP Negeri 1
Kampak, Bupati Trenggalek menyampaikan kepada guru untuk terus meningkatkan kualitas
sebagai tenaga pendidik, serta mempertahankan predikat dan prestasi terbaik
yang telah diraih SMPN 1 Kampak. Selain itu para guru juga diharapkan untuk meningkatkan
usahanya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang asri, nyaman sehingga siswa
lebih betah belajar di sekolah, serta juga menjadikan sekolah sebagai tempat
pembelajaran dan penyadaran warga sekolah ( guru, murid dan pekerja lainnya) dalam
upaya pelestarian lingkungan hidup sebagai tujuan program adiwiyata.
Lebih lanjut Bupati menyampaikan tentang aspek yang harus menjadi perhatian sekolah dalam mengembangkan program adiwiyata diantaranya tentang kebijakan sekolah untuk peduli dan berbudaya lingkungan, kurikulum dan kegiatan berbasis lingkungan yang partisipatif serta terwujudnya sarana prasarana pendukung yang ramah lingkungan. “sehingga dapat terwujud sekolah dengan lingkungan baik yang betul-betul saling mendukung dan diharapkan”, ungkap bupati mengakhiri sidaknya.