Sebanyak 164 mahasiswa Sekolah Tinggi
Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Trenggalek, Minggu 14 September 2014 merayakan keberhasilan
menyelesaikan studinya. Bertempat
di halaman Kampus STKIP Trenggalek ini, Rapat Terbuka Senat STKIP PGRI
Trenggalek dalam rangka Wisuda ke-XXXIII
Sarjana Strata I dibuka langsung oleh Ketua STKIP, Yudi Setiyono, SH. MH.
Proses wisuda juga terasa lebih spesial
karena disaksikan langsung oleh Bupati Trenggalek, Dr. Ir. H. Mulyadi WR. MMT
beserta jajaran Forkopimda dan Ketua DPRD. Selain itu, Ketua PGRI
Jawa Timur, Drs. Ichwanto Sumadi, MM. juga turut menyaksikan acara tersebut.
Dalam laporannya, Yudi Setiyono,
SH. MH. menyampaikan bahwa pada wisuda tahun ini, STKIP PGRI Trenggalek sebagai
Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) meluluskan mahasiswa dari 2
jurusan/program studi (prodi). Yakni sebanyak 47 wisudawan dari Jurusan
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Prodi Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, serta sebanyak 117 wisudawan dari Jurusan Pendidikan Bahasa
dan Seni Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. “Dengan wisuda ini,
berarti STKIP PGRI Trenggalek telah berhasil meluluskan sejumlah 6.643 alumni pendidik
dan tenaga kependidikan, baik pada jenjang Strata 1 maupun Diploma III. Hal ini
sekaligus pada wisuda ke-XXXIII tahun ini mengangkat tema “Memantapkan Peran Serta STKIP PGRI Trenggalek
Dalam Mencetak Tenaga Pendidikan dan Kependidikan Yang Profesional, Unggul, dan
Berbudaya Dalam Rangka Mengaplikasikan Kurikulum 2013”,tuturnya.
Pada
kesempatan ini, Dr. Ir. H. Mulyadi WR. MMT
Bupati Trenggalek dalam sambutannya menyampaikan “Di depan seorang
pendidik harus memberi tauladan atau contoh tindakan yang baik. Di tengah atau
di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide. Dari belakang seorang
guru harus memberikan dorongan dan arahan. "Wisuda
bukan hanya sekedar sebuah keberhasilan Civitas Akademika dalam menghasilkan
alumni dan sarjana baru, melainkan merupakan suatu bukti adanya upaya membangun
dan memajukan dunia pendidikan, dengan cara mencetak sumber daya manusia yang
lebih berkualitas yang siap terjun ke masyarakat untuk membantu memberikan
solusi bagi penyelesaian persoalan yang dihadapi daerah ini. kata Bupati.
Bupati juga berpesan kepada para alumni untuk tidak
menjadikan wisuda hanya sebagai seremoni belaka. Tetapi hendaknya dijadikan moment
penting yang menandai batas antara tahapan kehidupan di kampus dengan status
mahasiswa dan tahapan kehidupan pengamalan ilmu di dunia kerja dan masyarakat
dengan status alumni yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara. Selain itu,
para alumni diharapkan juga selalu menjunjung nama baik almamater STKIP PGRI
Trenggalek serta dapat menjadi tauladan bagi masyarakat yang ada disekitarnya.
